GROBOGAN - Curah hujan yang cukup tinggi sejak pukul 02.00 – 07.00 WIB yang terjadi di Kabupaten Grobogan dan kiriman air dari hutan wilayah pegunungan Kendeng Utara mengakibatkan banjir di sejumlah titik.
Selain merendam jalan dan area persawahan, banjir juga merendam delapan desa dari lima kecamatan meliputi Kecamatan Grobogan, Wirosari, Brati, Ngaringan dan Tawangharjo.
Rabu (13/3) menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh Masrukin warga Desa Putatsari.
Namun, pria 48 tahun itu harus mengurungkan niatnya untuk memanen padi lantaran tanah garapannya terendam banjir.
"Daerah sini panennya tergolong yang terakhir dari yang lain. Ini banjirnya juga agak lama surutnya, padahal biasanya hanya lewat," jelasnya.
Dia hanya berharap banjir yang mulanya setinggi hampir satu meter itu lekas surut. Sehingga tidak terjadi gagal panen.
"Di jalanan itu bisa dilihat sendiri air masih setinggi 50 sentimeter," katanya.
"Ya beginilah, wong di atas itu pada gundul. Jadi langganan banjir," celetuk istri Masrukin menimpali obrolan.
Tak sedikit dari pengendara sepeda motor yang mencoba menerabas banjir mengalami mogok.
Salah satu di antaranya ialah Ali yang terpaksa gagal berangkat bekerja karena motor trail yang ia kendarai tak kunjung menyala.
"Sudah tiga jam di sini," singkatnya di depan rumah warga yang tidak terdampak banjir.
Ali mencoba membongkar karburator motor modifannya itu dengan alat seadanya.
"Mau dibawa ke bengkel lha itu bengkelnya juga kebanjiran. Tadi awalnya kena ombakan air dari mobil yang berpapasan," ungkapnya menceritakan.
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Soewignyo mendata rata-rata ketinggian air yang melanda lima kecamatan tersebut setinggi 20 - 50 sentimeter.
Lima kecamatan tersebut meliputi Desa Putatsari, Mojorebo, Tambakselo, Gedangan, Tirem, Ngaringan, Tarub dan Desa Pojok.
Di Desa Mojorebo, Tambakselo, dan Gedangan yang berada di Kecamatan Wirosari terdapat setidaknya 461 KK yang terdampak banjir setinggi 50 sentimeter.
"Sementara sekitar 35 hektare lahan persawahan juga terendam," katanya.
Seperti halnya di Desa Ngaringan banjir turut merendam SMPN 1 Ngaringan sehingga kondisi belajar mengajar diliburkan.
Termasuk di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, meski banjir berangsur surut masih terdapat beberapa rumah yang tergenang.
"Kami melakukan asesmen di lokasi. Dihimbau agar masyarakat untuk tetap waspada karena musim hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan," tutupnya.
Editor : Abdul Rokhim