Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mulai Diperbaiki usai Diterjang Banjir, Begini Kondisi Jalan Purwodadi-Semarang

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 9 Februari 2024 | 23:15 WIB
PARAH: Kondisi pondasi Jalan Purwodadi-Semarang tepatnya di Kecamatan Gubug yang ambrol akibat diterjang luapan Sungai Tuntang.
PARAH: Kondisi pondasi Jalan Purwodadi-Semarang tepatnya di Kecamatan Gubug yang ambrol akibat diterjang luapan Sungai Tuntang.

GROBOGAN - Jalan Raya Purwodadi-Semarang tepatnya di Kecamatan Gubug yang mengalami ambrol pada pondasi sisi kanan dan kiri akhirnya langsung diperbaiki Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

Kini, kendaraan besar sudah diperkenankan melintas dengan pemberlakuan sistem buka dan tutup.

Sebelumnya, ambrolnya pondasi jalan di sisi kiri dan kanan sekitar 50 meter itu disebabkan limpasan air Sungai Tuntang.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, sejumlah sheet pile hingga alat berat dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah dikerahkan di lokasi. 

Salah satu Pelaksana Lapangan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya dari PT BMU, Doni mengungkapkan, saat ini pengerjaan yang dilakukan dengan pembersihan ambrolnya jalan di sisi selatan. 

Kemudian pembuatan landasan untuk pancang menggunakan sheet pile baja sedalam 13x7 meter, sepanjang 50 meter pengerjaan untuk bahu kanan dan kiri.

"Saat ini sheet pile sudah didroping di lokasi,” jelasnya.

Menurutnya, pengerjaan ditarget rampung sekitar satu sampai dua bulan lamanya.

”Ya, kalau bisa dipercepat, kalau bisa malah tidak sampai sebulan,” harapnya.

Meski sudah mulai dilakukan sistem buka dan tutup jalan.

Pihaknya mengaku tidak ada pembatasan bagi kendaraan yang melintas. Kendaraan muatan juga diperbolehkan melintas.

”Hanya ada pengurangan jumlah kendaraan. Kami sudah memasang tanda peringatan agar pengendara melintas ke rute lain. Sehingga pengendara yang dari Dempet, Mintreng, Mranggen dan Karangawen setidaknya bisa terpecah. Tapi kalau mau nekat yang monggo,” kata Doni.

Meski banyak kendaraan berat yang melintas, pihaknya sudah mengantisipasi dengan memasang garis pembatas.

Dimaksud agar pengendara yang lewat hanya melintas di bagian tengah. Sehingga tidak menambah ambrol pondasi pada sisi kanan dan kiri jalan.

Sedangkan Satker PJPA BBWS Pemali Juana, Mustafa menambahkan, satu alat berat dikerahkan di lokasi saluran irigasi yang terdampak runtuhan ambrolnya pondasi jalan.

”Untuk BBWS sendiri hanya membersihkan sedimentasi akibat runtuhan dari jalan yang longsor. Karena menutup jalannya air di saluran irigasi ini. Banyak material yang masuk ke saluran. Dengan harapan dengan dibersihkan ini, airnya bisa lancar lagi,” jelasnya. (int/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#semarang #purwodadi #jalan alternatif #kondisi #gubug