GROBOGAN - Bencana banjir yang melanda Kota Purwodadi semakin meluas sejak Rabu (7/2) dini hari.
Sejumlah jalan di jantung kota mulai tergenang air hingga 40 sentimeter yang menyebabkan sekolah diliburkan.
Bahkan, terdata ada satu korban jiwa akibat tenggelam di area persawahan di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.
Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setyanto membenarkan adanya satu korban meninggal dunia di Desa Karanganyar.
Baca Juga: Banjir Grobogan: Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sawah, Begini Kronologinya
Korban merupakan bocah berinisial DS warga Dusun Karangasem di desa setempat.
Diketahui, korban merupakan pelajar di Yayasan Panti Asuhan Yatama Centre. Saat itu, korban bersama tiga temannya sekitar pukul 10.00 WIB bermain air di lokasi banjir.
”Kebetulan di dekat panti asuhan tersebut kondisinya banjir dari luapan sungai Lusi. Mereka berempat ke lokasi banjir. Kemudian saksi BR, NS dan MHH berenang di sawah yang terendam banjir. Saat asyik bermain dan berenang di sawah sedalam 1 meter itu. korban DS terpisah dari teman-temannya. Mereka sempat mencari keberadaan DS,” ujarnya.
Setelah dicari cukup lama, akhirnya mereka menemukan korban sekitar pukul 13.00 WIB.
Kemudian mereka baru melaporkan kejadian tersebut kepada karyawan RS Islam Purwodadi, Kahar, 42.
”Petugas tersebut baru melapor ke kami (Red, Polsek Purwodadi). Setelah mendapatkan laporan, petugas SPKT, reskrim langsung menuju lokasi,” jelasnya.
Baca Juga: Imbas Sungai Tuntang Meluap, 12 Kecamatan di Grobogan Dikepung Banjir, Berikut Daftarnya
Menurut hasil pengecekan tim Inafis Polres Grobogan dan puskesmas setempat. Tak ada tanda penganiayaan, korban meninggal karena murni tenggelam.
Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada orang tua maupun pengurus panti untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar tak bermain di lokasi banjir. (int/khim)
Editor : Abdul Rokhim