Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Innalilahi... Banjir di Purwodadi Grobogan Telan Korban Jiwa, Ini Identitasnya

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 7 Februari 2024 | 16:42 WIB
BERMAIN: Sejumlah anak saat bermain di lokasi banjir di Kota Purwodadi.
BERMAIN: Sejumlah anak saat bermain di lokasi banjir di Kota Purwodadi.

GROBOGAN - Bencana banjir yang melanda Kota Purwodadi dikabarkan menelan korban jiwa.

Sebagai informasi, bencana banjir yang melanda Kota Purwodadi semakin meluas sejak (7/2) dini hari.

Sejumlah jalan di jantung kota mulai tergenang air hingga 40 sentimeter.

Bahkan, terdata ada satu korban jiwa akibat tenggelam di area persawahan di Desa Karanganyar Kecamatan Purwodadi.

Baca Juga: Banjir di Grobogan Meluas : Kantor Bupati Tergenang hingga Sekolah Diliburkan

Hal itu dikonfirmasi Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setyanto.

Ia membenarkan adanya satu korban meminggal dunia di Desa Karanganyar.

Korban merupakan bocah berinisial DS warga Dusun Karangasem di desa setempat.

Diketahui, korban merupakan pelajar di Yayasan Panti Asuhan Yatama Centre.

Saat itu, korban bersama tiga temannya sekitar pukul 10.00 WIB bermain air di lokasi banjir.

”Kebetulan di dekat panti asuhan tersebut kondisinya banjir dari luapan sungai Lusi. Mereka berempat ke lokasi banjir. Kemudian saksi BR, NS dan MHH berenang di sawah yang terendam banjir."ujarnya.

"Saat asyik bermain dan berenang di sawah sedalam 1 meter itu. korban DS terpisah dari teman-temannya. Mereka sempat mencari keberadaan DS,” imbuhnya.

Setelah dicari cukup lama, akhirnya mereka menemukan korban sekitar pukul 13.00 WIB.

Kemudian mereka baru melaporkan kejadian tersebut kepada karyawan RS Islam Purwodadi, Kahar, 42.

”Petugas tersebut baru melapor ke kami (Red, Polsek Purwodadi). Setelah mendapatkan laporan, petugas SPKT, reskrim langsung menuju lokasi,” jelasnya.

Menurut hasil pengecekan tim Inafis Polres Grobogan dan puskesmas setempat.

Tak ada tanda penganiayaan, korban meninggal karena murni tenggelam.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada orang tua maupun pengurus panti untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar tak bermain di lokasi banjir, sehingga tak ada kejadian serupa lagi.

Kantor Bupati Terendam hingga Sekolah Diliburkan

Banjir di Kabupaten Grobogan meluas ke kawasan perkotaan, Rabu (7/2).

Bahkan, pendapa kabupaten atau kantor bupati kini juga terendam.

Hingga pukul 10.40 WIB banjir masih merendam pusat pemerintahan tersebut.

Baca Juga: Sungai Tuntang Meluap, 12 Kecamatan di Grobogan Tergendang dan 2.650 Rumah Terdampak

Air di Pendapa Kabupaten Grobogan itu diperkirakan setinggi 50 sentimeter.

Selain pendapa, fasilitas umum lainnya juga terendam.

Yakni Pasar Purwodadi, mall swalayan Luwes, sejumlah sekolahan hingga jalan-jalan protokol.

Sebab itu, sebagian kantor-kantor diliburkan.

Demikian juga dengan sekolahan di perkotaan juga libur.

Khusus banjir di Purwodadi ini disebabkan meluapnya Sungai Lusi dan Sungai Glugu.

Semalam hujan gerimis merata di Grobogan.

Tadi pagi terpantau sebanyak 20 warga Kelurahan Purwodadi mulai mendatangi pengungsian di GOR Simpanglima.

Baca Juga: Banjir Grobogan: Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sawah, Begini Kronologinya

Sebanyak 15 warga juga mendatangi Pendapa Kabupaten Grobogan.

Pemkab setempat menyiapkan dapur umum untuk warga pengungsi.

Tadi pagi, Bupati Grobogan Sri Sumarni terlihat memberi sarapan di pendapa.

Berdasarkan data BPBD Grobogan sebanyak 3.700 rumah terendam.

Sedangkan area persawahan terendam hingga 3.800 hektare. (mun/him)

(int)

 

 

Editor : Dzikrina Abdillah
#grobogan #banjir #tewas #purwodadi #korban