Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kisah Haru Pendaki Asal Grobogan Selamat Usai Jatuh ke Jurang Sedalam 60 Meter di Gunung Muria Kudus

Intan Maylani Sabrina • Senin, 29 Januari 2024 | 00:55 WIB

 

LEMAS: Robiatul Nurul Fadilah (tengah) saat didampingi Udin dan Umam, rekannya saat naik ke puncak Argopiloso Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus.
LEMAS: Robiatul Nurul Fadilah (tengah) saat didampingi Udin dan Umam, rekannya saat naik ke puncak Argopiloso Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus.

GROBOGAN – Nasib beruntung dialami Robiatul Nurul Fadilah, 21, perempuan asal Dusun Kedaton Desa Pulorejo Kecamatan Purwodadi, Grobogan ini selamat dari jurang kedalaman lebih dari 60 meter.

Robi –sapaannya- ini terpeleset saat berpijak di tangga besi dari Pos 4 ke Pos 3.

Saat berada di kediamannya, Robi menceritakan kronologi saat ia jatuh ke tengah-tengah jurang sekitar 60 meter tersebut.

Saat itu rombongannya terdiri dari delapan orang. Rombongan yang berisi anak-anak komunitas yang berasal dari Kabupaten Grobogan itu beranggotakan anak-anak kuliah hingga pekerja.

Robi sendiri merupakan mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang sudah kali ketiga muncak.

Namun, ia baru kali pertama muncak di Argopiloso ini. Dengan medan yang belum dia ketahui dan dengan kondisi licin karena hujan.

Saat itu rombongan mereka sampai di basecamp pendakian pada Jumat (26/1) sekitar pukul 18.00.

Karena hujan, akhirnya mereka memutuskan untuk menginap.

Baru keesokkan harinya sekitar pukul 06.00 mereka mulai perjalanan muncak ke Argopiloso tersebut.

”Saat muncak sudah izin orang tua. Namun, memang izin ke bapak untuk ziarah, sedangkan ke ibu izin untuk muncak di sini,” ujar Robi.

Meski begitu, tak ada firasat apapun dari kedua orang tuanya. Robi pun menikmati selama perjalanan ke puncak.

Selama naik ke puncak, tak ada halangan yang berat.

Rombongan tersebut sampai ke puncak sekitar pukul 12.00 meski saat itu mulai turun gerimis.

Setelah berfoto-foto, mereka turun kembali sekitar pukul 13.00. Mereka sudah melewati pos 4 dengan aman, namun saat turun ke pos 3.

Rutenya terjal dan tak ada yang landai. Ada beberapa medan tangga besi. Namun, posisi saat itu, Robi sudah melewati tangga kecil.

Saat turun ke beberapa tangga berikutnya, ia merasakan kakinya kurang seimbang. Lalu ia tergilincir dan guling-guling menuju jurang.

”Kayaknya saat itu meminjak akar yang ada lumutnya. Sehingga saya terpeleset. Saat itu mikirnya, wah saya sudah nggak ada harapan hidup lagi. Karena memang dalam tanpa henti. Saya juga sempat teriak pas itu,” ungkapnya.

Sampai di kedalaman 60 meter, tubuh Robi tersangkut di akar panjang namun kecil.

Kondisi Robi saat itu sadar, namun ia tak sanggup menjawab panggilan dari teman-temannya saat itu.

Sampai ketika Robi sudah merasa aman dengan posisinya. Akhirnya panggilan tersebut mampu ia jawab.

Barulah rombongannya membagi ke beberapa tim, ada yang turun menolong, ada yang mencari bantuan ke pos selanjutnya hingga mencari sinyal untuk meminta bantuan.

Udin dan Umam akhirnya berani turun untuk membantu evakuasi Robi di kedalaman jurang 60 meter.

”Posisi jurang sekitar 120 meter. Saya berada di tengah-tengahnya. Saat itu saya nggak berani gerak karena khawatir jatuh ke jurang, kaki satunya sudah tak menyentuh tanah saat itu,” kesannya.

Kedua rekannya itu pun menggunakan berbagai cara agar bisa turun membantu.

Semakin turun, Udin menemukan salah satu sepatu Robi. Kemudian ke bawah lagi, kembali menemukan sepatu yang satunya.

”Saya mencari berbagai cara untuk bisa turun. Akhirnya memotong tali yang ada di jalur (track) itu. Saya turun dengan tali seadanya untuk melihat kondisi Mba Robi ini,” Ujar Udin.

“Sebelumnya saya sudah memastikan kondisi Mba Robi dalam keadaan sadar atau nggak. Dengan cara memanggilnya, ketika saya panggil beberapa kali lalu ada suara dan mulai turun melihat kondisi,” lanjutnya.

Setelah turun di 60 meter, ia melihat Robi yang posisinya masih bisa bergerak. Kemudian ia meminta Umam untuk ikut ke bawah.

Karena di atasnya Robi ada batu besar, pada posisi itu Udin menahan batunya. Sedangkan Umam diminta ke bawah memindahkan posisi Robi.

Selang tiga jam, Tim SAR gabungan sudah datang ke lokasi untuk menolong mengevakuasi.

Evakuasi butuh waktu lama, sekitar 17.00 hingga 20.00. Robi juga sempat dibawa ke Puskesmas Dawe untuk diberikan pertolongan.

Robi mengalami luka pada kaki kiri yang lebam membesar. Kemudian punggung sebelah bawah dan perut lecet. (int)

Editor : Ali Mustofa
#pendaki #jurang #grobogan #Gunung Muria #Kudus