Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Cemas Perbaikan Longsor di Jalan Gempolpayung Purwodadi Tak Kunjung Ditangani, Begini Respon BPBD Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 18 Januari 2024 | 23:11 WIB
LONGSOR: Kondisi longsor di jalan yang ada di Gempolpayung Kelurahan Purwodadi Kecamatan Purwodadi memprihatinkan.
LONGSOR: Kondisi longsor di jalan yang ada di Gempolpayung Kelurahan Purwodadi Kecamatan Purwodadi memprihatinkan.

GROBOGAN - Sudah setahun lamanya, bencana tanah gerak terjadi di jalan Gempolpayung Kelurahan Purwodadi Kecamatan Purwodadi belum tertangani.

Akibat kejadian tersebut jalan tak bisa dilalui dan telah memakan pondasi rumah warga.

Longsor tersebut disebabkan gerusan air dan sungai.

Berdasarkan pantauan Radar Kudus, kondisi saat ini, seluruh badan jalan telah longsor ke sungai kurang lebih sepanjang 20 meter.

Sementarakedalaman patahan sekitar tiga meter.

Di lokasi terlihat bekas cor jalan merosot hingga ke bibir sungai.

Bahkan longsor jalan merembet ke rumah warga, hingga di bawah pondasi terlihat berongga. 

Salah seorang warga setempat bernama Rukiyem mengatakan kecemasannya tentang kondisi jalan tersebut.

"Pas ambles pertama memang nggak terlalu parah, langsung diperbaiki. Ambles lagi, diperbaiki. Ini yang terakhir, sekitar satu tahunan. Sore baru selesai diperbaiki, malamnya ambles lagi," ungkapnya.

Warga mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.

Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Ditambah lagi dengan lokasi jalan berada di pinggir sungai Glugu.

Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Grobogan, Endang Sulistyoningsih buka suara.

Ia mengatakan, untuk penanganan longsor di Gempolpayung sudah dirapatkan dengan dinas terkait serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Hal itu karena secara permanen perbaikan jalan itu membutuhkan dana yang besar.

Maka berdasarkan hasil kesepatakan akan diusulkan ke pemerintah pusat.

"Akan dilakukan penanganan sementara. Nantinya diupayakan penanganan darurat kolaborasi dari dinas teknis. Karena butuh biaya besar," katanya.(int)

 

Editor : Dzikrina Abdillah