GROBOGAN - Kondisi jembatan di Jalan Lingkar Utara tepatnya di Dusun Sanggrahan Desa Getasrejo Kecamatan Grobogan semakin membahayakan.
Aspal bolong mengelupas, tulangan besi jembatan menonjol ke permukaan jalan.
Di lokasi tersebut, terlihat ada dua titik parah kerusakan. Yakni, di bagian tengah jembatan dan di ujung barat.
Lantai jembatan yang berlubang hingga menonjolkan kerangka besi cukup panjang.
Meski sempat dilakukan tambal sulam pengaspalan pada dua titik lubang oleh Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Provinsi Jateng wilayah Purwodadi, tak berarti membuat kondisi jembatan aman dilintasi.
Sub Koordinator Jalan dan Jembatan Wilayah I Balai Pengerjaan Jalan (BPJ) Purwodadi Wimas Radit menjelaskan, tahun ini pihaknya ada dua pengerjaan rehabilitasi jalan dan jembatan.
Salah satuntya jembatan di Desa Getasrejo Kecamatan Grobogan atau lingkar utara tersebut. Untuk nominalnya senilai Rp 2 miliar.
“Akan dipakai untuk penggantian lantai jembatan, pengencangan baut hingga pengecatan rangka jembatan. Mengingat kondisi beton sudah rapuh. Bulan ini harusnya bisa langsung dikerjakan,” jelasnya.
Nantinya, saat proses pembangunan jembatan, jalan lingkar utara akan ditutup sehingga akan terjadi pengalihan arus lalu lintas ke dalam Kota Purwodadi.
“Kita akan koordinasi dulu dengan pihak terkait seperti Dinas PUPR, Dishub dan Polres Grobogan,” ujarnya.
Selain rehabilitasi jembatan tersebut, tahun ini juga ada rehabilitasi jalan di ruas Klambu-Purwodadi dengan panjang 500 meter.
Ada dua lokasi yaitu depan Pasar Temon dan di sekitar Desa Menawan, untuk anggaran senilai Rp 4 miliar.
Dipakai untuk penggantian rigid yang pecah. (int/war)
Editor : Ali Mustofa