GROBOGAN - Sejak membuka klinik gigi, Litha Andriana jadi memiliki berbagai pengalaman unik.
Terlebih di era digital seperti ini. Instagram pribadinya kerap diserbu rekan-rekannya untuk sekadar konsultasi hingga bertanya resep sakit gigi.
”Setelah menjadi dokter gigi, kerap diserbu direct message (DM) yang masuk. Banyak yang menanyakan obat sakit gigi.”
”Sebenarnya agak sungkan juga membalasnya. Karena sejatinya obat itu diberikan berdasarkan keadaan klinis yang telah dilakukan pemeriksaan langsung, bukan berdasarkan dari keluhan yang dirasa,” ujar alumni SMAN 1 Purwodadi ini.
Meski tetap memberi jawaban, drg Litha ini tetap menyarankan agar para kawannya itu mengusahakan datang langsung ke dokter gigi terdekat.
Menurutnya, dengan semakin berkembangnya teknologi digital tersebut.
Perempuan yang tinggal di Desa Boloh, Toroh itu mengaku memiliki keuntungan tersendiri.
Ia dapat dengan mudah mengedukasi lewat berbagai platform seperti Instagram, Twitter, YouTube, dan lainnya.
”Makin mudah diakses masyarakat. Maka semakin ke sini kesadaran masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut pun semakin tinggi,” ungkapnya.
Litha pun mengaku memiliki pengalaman yang tak terlupakan.
Ketika kedatangan pasien yang mengalami keluhan sakit gigi hebat.
Namun, setelah ditelusuri pasien tersebut mencoba mencabut gigi sendiri dengan tangan kosong yang berakhir gagal. (int/zen)
Editor : Abdul Rokhim