Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lima Kecamatan di Grobogan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras Hingga Tanggul Jebol

Sirojul Munir • Rabu, 3 Januari 2024 | 01:57 WIB
MACET — Pengendar kendaraa sepeda motor sedang menuntun sepeda karea macet terkena air banjir di Jalan Gubug-Kedungjati tepatnya di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, kemarin.
MACET — Pengendar kendaraa sepeda motor sedang menuntun sepeda karea macet terkena air banjir di Jalan Gubug-Kedungjati tepatnya di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, kemarin.

PURWODADI, Radar Kudus — Lima Kecamatan di Grobogan terendam banjir usai dilanda hujan deras yang terjadi pada Senin sore (1/1).

Lima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Gubug, Kecamatan Taggungharjo, dan Wilayah Kecamatan Karangrayung serta Kecamatan Penawangan. 

Banjir tersebut terjadi karena kiriman air dari hulu Sungai Tuntang yang tidak bisa menampung debit air sehingga meluap dan masuk ke pemukiman warga dan jalan raya.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, ada 30 rumah tergenang air banjir. 

”Banjir di Desa Penadaran terjadi karena ada tanggul sungai Penadaran jebol selebar 30 meter, hujan lebat berasal dari perbukitan hutan Desa Penadaran,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih. 

Dari kajadian tanggul jebol, banjir masuk ke puluhan rumah warga di Dusun Bantengan dan Dusun Sasak dengan ketinggian air berkisar 20-40 cm.

Banjir tersebut juga kerusakan beberapa rumah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Pertama di Kecamatan Kedungjati terjadi di Desa Ngombak. Kedua di Kecamatan Gubug terjadi di Desa Penadaran

Ketiga banjir di Kecamatan Gubug terjadi di Desa Gubug berasal dari limpas ke jalan di Jembatan gantung serang Desa Gubug.

Limpasa air banjir juga menggenangi Jalan Gubug — Salatiga di Desa Kwaron, dengan ketinggian air sekitar 30-50 cm.

Kemudian di Desa Trisari, banjir mulai masuk ke area pemukiman warga sekitar jam 02.00 WIB.

Banjir juga disebabkan meluapnya sungai tuntang sehingga air masuk ke area perkampungan warga. 

”Yang terdampak banjir Dusun Kuniran Desa Trisari ada sekitar 20 rumah dengan ketinggian sekitar 50 cm. Area persawahan yang terdampak sekitar 80 hektar,” ujarnya. 

Ketiga Kecamatan Tanggungharjo, banjir melanda di Desa Ngambakrejo, terjadi pada Selasa (2/1) pukul 03.00 WIB.

Hujan deras juga mengakibatkan air luapan Sungai Irigasi Gelapan Barat Aliran Dari Sungai Tuntang yang mengalir di Desa Ngambakrejo Kecamatan Tanggungharjo meluap sehingga banjir di perkampungan.

Daerah yang terdampak ada di Dusun Ngambak Wetan Rt 2, 3, RW 2 ada 20 rumah tergenang ketinggian air 30 cm - 1 meter.

Dusun Ngrawing Rt. 3, 5,6,8 RW 3 berjumlah 220 rumah tergenang ketinggian air 30 cm - 1 meter dan Dusun Ngetuk Rt 3,4 Rw. 4 berjumlah 60 rumah tergenang ketinggian air 50 cm - 1 meter. 

”Saat ini air sudah mulai surut dan warga membersihkan rumah masing-masing,” terang dia. 

Keempat di Kecamatan Karangrayung terjadi Desa Mojoagung terjadi karena ada beberapa tanggul yang jebol di beberapa tempat diwilayah dusun tersebut.

Sementara di Dusun krasak dan dusun bungkel menuju ke area persawah dan pemukiman . Saat ini kurang lebih 300 KK yang rumahnya terendam banjir.

Rumah warga yang terdampak berada di dusun Krasak, Dusun Karangjati, Dusun Mendalan, Dusun Bungkel, Dusun Ngetos.

Banjir juga menjadikan fasilitas pendidikan SD N 2 Mojoagung, SD N 3 Mojoagung terpaksa diliburkan karena terendam banjir 60 centimeter. 

Kelima banjir terjadi di Desa Kramat wilayah Dusun Bendungan diakibatkan karena limpasan aliran dari hulu sungai yang sangat besar sehingga menyebabkan banjir di wilayah dusun bendungan.

Akibat banjir tersebut Jalan utama Pengkol — Mojoagung, Dusun Bendungan Desa Kramat tersendat. (mun)

 

Editor : Dzikrina Abdillah
#grobogan #banjir