GROBOGAN - Merasa punya bakat acting membuat Zahra Hilda Faradina menjajal berbagai casting.
Dia sudah terbiasa wara-wiri casting dalam hingga berbagai kota. Usaha casting itu tak sia-sia. Akhirnya membuahkan hasil.
Ada tawaran masuk, untuk program Si Bolang.
Zahra –sapaan akrabnya- langsung ditunjuk sebagai Kakak Bolang.
Zahra pun akhirnya mengirim video profile dan langsung di-ACC.
”Sistemnya freelance saat itu. Saat itu langsung diminta shooting pada Juli lalu,” imbuh alumni SMAN 1 Grobogan ini.
Pas awal shoot Si Bolang, perempuan kelahiran Grobogan 22 Desember 2004 ini sempat merasa capek.
Karena harus naik bukit tinggi. Saat menanjak, Zahra nyaris pingsan karena kelelahan.
”Paling capeknya karena harus ambil video di atas bukit. Jadi harus benar-benar siap mental dan fisik di program tersebut. Sehingga mental dilatih untuk berani. Yang benar-benar harus saya tunjukkan. Apalagi dilihat banyak orang,” kesannya.
Baca Juga: Belasan Jalan dan Jembatan Darurat Rusak di Grobogan Diusulkan Diperbaiki, Ini Nama-namanya
Menurutnya, selama shooting ia merasakan keseruan. Karena ia harus berada di suatu desa dan berbaur dengan hewan ternak.
”Saat itu lokasinya beneran ada di desa. Ada adegan masak makanan khas desa, kemudian saya juga diminta dekat dengan ayam. Padahal saat itu saya takut sama ayam,” imbuhnya.
Dari sanalah, ia jadikan acara Si Bolang sebagai batu loncatan. Selang sebentar, Zahra langsung mendapatkan tawaran lain terkait kuliner dan travelling di Jogjakarta.
Program tersebut bernama “Cuan Boss”.
Baca Juga: Melihat Gereja Tertua (GKJTU) di Grobogan dan Masuk Cagar Budaya yang Nyaris Roboh Termakan Usia
”Kalau travelling ini malah lebih enak. Karena mengalir gitu saja, rasanya kayak travelling yang seru gitu. Lebih ringan dibanding Si Bolang,” ungkap perempuan yang tinggal di Desa Putatsari Kecamatan Grobogan ini. (int/zen)
Editor : Abdul Rokhim