Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga Kali Jebol, Tanggul di Plosorejo Grobogan Kini Hanya Ditangani Darurat

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 12 Desember 2023 | 17:19 WIB
JEBOL: Kondisi tanggul di ruas avour di Desa Plosorejo Kecamatan Tawangharjo yang ditangani darurat.
JEBOL: Kondisi tanggul di ruas avour di Desa Plosorejo Kecamatan Tawangharjo yang ditangani darurat.

GROBOGAN – Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanggul di ruas avour Jetak jebol hingga tiga kali dan ruas avour Keden longsor.

Tanggul tersebut berada di Desa Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo. Kini hanya ditangani secara darurat.

Kejadian jebolan tanggul tersebut berulang. Kali pertama terjadi pada Minggu (3/12).

Kemudian terjadi jebolan pada Rabu (6/12) ditanggul ruas Sungai Penjalinan.

Kemudian jebol susulan terjadi pada Minggu (10/12) pagi.

Tanggul ruas avour Jetak jebol kurang lebih selebar 10 meter. Sehingga berdampak banjir pada lahan pertanian siap tanam sekitar 20 hektare di area Dusun Jetak-Ploso dan Mayahan.

Di ruas avour Keden terjadi longsor dan penipisan tanggul pada ruas avor Keden yang merupakan titik pertemuan sungai dari Desa Tanggungharjo.

Sehingga dikhawatirkan akan memicu jebol tanggul susulan dan dapat berdampak lebih luas di Dusun Nuso-Keden, Desa Plosorejo.

Camat Tawangharjo, Joko Supriyanto mengatakan jebolnya tanggul diduga disebabkan penumpukan sampah jerami sisa panen yang menyumbat crossdrain Jeratun.

Curah hujan lebat di area Kendeng Utara pada Jumat (8/12) mengakibatkan debit air besar.

Ditambah sampah yang menyangkut di gorong-gorong di bawah irigasi Dumpil kanan menyebabkan air melimpas ke sebagian areal persawahan sisi kanan tanggul.

Pengikisan tanggul dan jebol susulan, lanjut Joko, sekitar kurang lebih 4 meter di ruas Sungai Penjalinan sebelah makam Dusun Penjalinan.

Longsoran tanggul kurang lebih sepanjang 50 meter.

Adapun dampak dari banjir itu terdapat beberapa titik lokasi area persawahan siap tanam mengalami kebanjiran kurang lebih 30 hektar di area Penjalinan, Plosorejo-Pojok.

Beberapa ruas area pertanian juga tergenang lumpur. "Jalan penghubung Plosorejo-Pojok amblong terkikis banjir," tuturnya.

PPK Opsda 2 BBWS Pemali Juana Chanif mengatakan pihak terkait yang terdiri dari DPUPR, BPBD, BBWS Pamali Juana langsung berkoordinasi.

Alat berat juga Juana dikerahkan untuk membantu penanganan jebol tanggul dan pembersihan sampah.

"Tanggul sudah kami perbaiki dan diperkuat menggunakan sasak dan pancang bambu. Kemudian diisi dengan sand bag dan geobag (karung berbahan geotextile). Kondisi semua tanggul saat ini dalam kritis karena hanya tersisa 2-3 meteran saja,” keluhnya.

Kabid Persungaian dan Embung DPUPR Grobogan, Slamet menambahkan, penanganan hanya bisa dilakukan secara darurat.

Mengingat tanggul di sungai tersebut masih tanggul tanah. (int/mal)

 

Editor : Ali Mustofa
#tanggul #curah hujan #longsor