Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul Sungai Jebol Akibat Banjir Sebabkan Satu Rumah di Desa Bologarang Grobogan Roboh

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 6 Desember 2023 | 18:55 WIB

 

RUSAK: Kondisi bangunan yang diterjang banjir dari jebolan tanggul di Desa Bologarang Kecamatan Penawangan.
RUSAK: Kondisi bangunan yang diterjang banjir dari jebolan tanggul di Desa Bologarang Kecamatan Penawangan.

GROBOGAN - Akibat tanggul jebol di Desa Bologarang Kecamatan Penawangan mengakibatkan tiga dusun terdampak hingga satu rumah roboh dan hanyut terbawa arus.

Hal itu diungkapkan Kabid Persungaian dan Embung Dinas PUPR Grobogan, Slamet.

Jebolan tanggul tersebut dikarenakan curah hujan yang tinggi yang terus mengguyur Kota Swieke.

Membuat sungai meluup dan tanggul penahan air jebol sepanjang 20 meter.

Akibatnya tiga dusun terdampak, yakni Dusun Peres, Dusun Jepang dan Dusun Pungkruk.

”Untuk di Dusun Peres, ada 15 hektare sawah terdampak. Sedangkan Dusun Jepang dan Pungkruk ada 20 hektare sawah dan 12 KK terdampak. Bahkan, ada satu rumah yang roboh karena jebolan tanggulan tersebut,” ungkap Slamet.

Petugas Dinas PUPR serta BPBD Grobogan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan kerusakan tanggul.

Di mana Dinas PUPR langsung melakukan penanganan darurat dengan memasang trucuk bambu dan sasak sepanjang 20 meter di lokasi tersebut.

”Ke depan untuk penanganan bobolan tersebut akan ditangani dengan beghu. Agar bobolan segera tertutup,” jelasnya.

Kemudian dari hasil assesmen, perlu dilakukan pembongkaran pilar tengah bangunan inlate yang dibangun pihak desa.

”Karena dengan adanya pilar tengah tersebut menyebabkan penumpukan sampah yang dari hulu sungai tersebut. Kemarin belum sempat ketemu pak kades untuk izin terkait pilar. Nanti akan segera dilaporkan ke desa dulu,” ungkap Slamet.

Selanjutnya di tahun depan, pihaknya baru akan usulkan rehab bangunan outlet pada embung yang ada.

Menurutnya, ketika debit air sungai besar maka bisa dijadikan untuk tampungan.

”Sehingga debit sungai tersebut tidak seluruhnya mengalir di palung sungai yang ada. Ini salah satu cara agar tak terjadi jebolan lagi,” imbuhnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#tanggul jebol #grobogan #banjir #rumah roboh