GROBOGAN - Kerap memakan korban akhirnya salah satu jembatan kayu Klumpit di Desa Bandungharjo Kecamatan Toroh akan diperbaiki tahun depan.
Anggarannya menelan Rp 3 miliar.
Baca Juga: Sebulan, Pemkab Grobogan Temukan Belasan Restoran Tak Pasang Tapping Box
Diketahui, sepanjang ruas Desa Bandungharjo Kecamatan Toroh penghubung Desa Jambangan Kecamatan Geyer ini memiliki lima jembatan kayu.
Dua di antaranya berukuran panjang. Seperti halnya jembatan Klumpit ini memiliki panjang 47 meter dengan lebar 1 meter serta tinggi 8 meter.
Jembatan Klumpit dulunya bekas jembatan Lori yang melintas di atas sungai Glugu yang sudah tidak berfungsi.
Namun, kembali dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.
Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan, sungai Glugu ini memiliki karakter banjir yang cukup besar dan elevasi banjir maksimal berada pada 7,2 meter dari dasar sungai.
Sehingga sudah menyentuh lantai jembatan.
”Sehingga apabila terjadi banjir maksimal lantai jembatan eksisting sangat rawan hanyut terbawa arus. Selain banjir, kondisi jembatan itu kerap menelan korban menurut keterangan para warga sekitar,” jelas Wahyu.
Adanya kejadian tersebut, akhirnya jembatan Klumpit menjadi prioritas perbaikan di tahun depan.
Anggaran Rp 3 miliar tersebut akan digunakan untuk melakukan rekonstuksi jembatan dengan panjang 46 meter.
Terdiri dari pembuatan dua abudment baru yang ditopang pondasi borepile dengan diameter 80 cm, kedalaman 6 dan 8 meter.
Kemudian memanfaatkan dua pilar eksisting dengan dilakukan perkuatan dengan selimut beton dan peninggian balok tumpu kurang lebih 1,20 meter.
”Dimaksud agar aman terhadap banjir maksimal menjadi bentang tengah sepanjang 22 meter, bentang tepi masing-masing 12 meter,” ungkapnya. (int)
Editor : Ali Mustofa