GROBOGAN - Sejak awal September, kerusakan jalan akibat longsor di penghubung Desa Sedadi-Lajer akhirnya diperbaiki.
Sebulan berjalan, petugas kembali mengalami kendala. Sebab jalan mengalami longsor lagi hingga tersisa bahu jalan yang dilalui kendaraan roda dua.
Kondisi ini membuat kendaraan roda empat harus memutar melalui Desa Dimoro atau Kecamatan Karangrayung sejak pekan lalu.
Sedangkan roda dua harus bergantian saat melintasi bahu jalan yang kini dijadikan satu-satunya akses jalan tersebut.
Pelaksana Lapangan, Muhlisin, mengatakan, longsor jalan terjadi sepanjang 35 meter dengan lebar enam meter. Terjadi dua hari setelah jalan provinsi di Kecamatan Geyer yang juga longsor.
"Saat itu kami sedang pasang airway di tiang pancang. Di hari yang sama kendaraan pengangkut droping air juga lewat bersamaan. Ada sekitar enam kendaraan yang lewat saat itu. Tidak lama langsung longsor cukup lebar," ungkapnya.
Meski mengalami kendala tersebut, pihaknya menargetkan pekan depan pekerjaan pancang bisa rampung dikerjakan.
Menurutnya, kondisi jalan yang berada di lereng kali Lanang ini membuat tanah di bawahnya kerap bergerak.
Selama ini struktur tanah selalu bergerak ke arah sungai dan sleeding. Karena selama ini hanya ditangani darurat, kondisinya semakin curam
Dia menvungkapkan, pekerjaan jalan tersebut menggunakan anggaran Rp 1 miliar yang dipakai untuk mengoptimalkan perbaikan jalan sepanjang 30 meter.
Dengan pemberian pancang sedalam 15 meter untuk perkuatan kaki tebing, kemudian pekerjaan DPT (dinding penahan tanah) dan urugan.
”Penanganan jalan di dekat kali Lanang harus dilakukan secara maksimal. Karena kendalanya cukup sulit seperti faktor alam (pergerakan tanah di bawahnya). Membuat struktur tanah bergerak ke sungai dan sleeding,” keluhnya. (int/mal)
Editor : Ali Mustofa