GROBOGAN - Ruas jalan utama Purwodadi-Solo tepatnya di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer longsor cukup parah.
Longsornya jalan tersebut pada keseluruhan lajur sebelah timur. Tersisa satu lajur jalan yang bisa dilalui kendaraan. Akses pun nyaris terputus.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, longsor tersebut terjadi pada Jumat (22/9) sekitar pukul 07.30 WIB.
Baca Juga: Dua Perlintasan Sebidang di Grobogan Diportal KAI, Warga Wadul ke Bupati, Ini Permintaannya
Baca Juga: Kejari Grobogan Tetapkan Kades Gubug Jadi Tersangka Korupsi, Ini Kasusnya!
Saat itu aktivitas di jalan tersebut cukup padat. Lantaran terdapat tumpukan anak sekolah dan pekerja.
Namun, sebelumnya di lokasi tersebut sistem buka tutup memang sudah diterapkan. Mengingat saat itu sedang dilakukan pekerjaan peningkatan jalan dari APBN.
”Hari sebelumnya ada pekerjaan pemancangan di lokasi. Paginya malah tiba-tiba longsor sedalam lima meter dengan lebar 320 meter ini,” jelas salah satu kontraktor di lokasi.
Baca Juga: Apes! Gara-gara Dirikan Serikat Pekerja, Karyawan PT Berill Jaya Sejahtera Grobogan Malah Dapat 'Surat Cinta'
Baca Juga: SOSOK Siti Milati Azcha Dara Cantik Asal Pulokulon Grobogan yang Aktif Berkegiatan Sosial dan Organisasi
Subkoordinator Wilayah II Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Umar menambahkan, adanya kejadian tersebut membuat pekerjaan peningkatan jalan di ruas jalan harus dilakukan ulang. Serta mencari solusi agar longsor tak semakin melebar.
”Nanti akan di-center line, dipancang dulu dengan trucuk bambu untuk penanganan jalan yang aktif,” jelas Umar.
Namun, sebelum melakukan hal tersebut. Pada Jumat (22/9) pukul 22.00 WIB di lokasi tersebut dilakukan penutupan total selama kurang lebih tiga jam. Sehingga tak ada aktivitas kendaraan yang melaju di lokasi longsoran.
Baca Juga: Satu Keluarga di Klambu Grobogan Tewas usai Tenggelam di Sungai Lusi, Begini Kronologinya
Baca Juga: Tak Terima Dianiaya Oknum Polisi, Keluarga Korban di Grobogan Akan Bawa ke Ranah Hukum
”Karena ada aktivitas pembongkaran rigid. Agar tak merembet ke jalan yang aktif. Jadi rigid yang longsor di breaker, dibuang dulu hingga beban tanah di bawahnya berkurang,” imbuhnya.
Ke depan agar kejadian tak berulang, akan dilakukan pemancangan minpile yang sudah berjalan, dilanjut hingga finish sebagai penahan tebing rigid.
”Kami sudah jelaskan ke petugas di lapangan, kalau tanah di Grobogan ini ekspansif. Jadi potensi longsor tinggi, maka kami meminta mereka antisipasi agar kejadian longsor tak berulang,” tegasnya. (int)
Editor : Abdul Rokhim