GROBOGAN - Hingga kini sudah ada 86 desa di 17 Kecamatan yang terdampak kekeringan. Kemarin, sebanyak tiga desa mendapatkan bantuan air bersih sebanyak 265 ribu liter dari KAI Daop 4 Semarang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan bantuan sebanyak 265 ribu liter atau lima tangki air bersih kepada 10 desa yang berada di tiga kecamatan Kabupaten Grobogan.
Baca Juga: Lagi, Seorang Warga Grobogan Tewas Hirup Gas Beracun Saat Menguras Sumur, Begini Kejadiannya
Baca Juga: Heboh, Sejumlah Warga Banjarejo Grobogan Temukan Cincin Emas Kuno, Diduga Berasal Peninggalan Medang Kamulan
Bantuan tersebut secara simbolis diberikan oleh Kepala KAI Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo kepada Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Suwignyo yang bertempat di Dusun Kemiri Desa Depok Kecamatan Toroh.
Penyaluran air bersih ini secara langsung diberikan kepada warga terdampak kekeringan yang berada di Kecamatan Toroh yang meliputi Desa Depok, Plosoharjo, Ngrandah, dan Desa Kenteng.
Baca Juga: Dua Bocah Tenggelam di Sungai Tuntang Grobogan, Satu Tewas, Begini Kronologinya
Baca Juga: Pipa PDAM Grobogan Pecah, Butuh Dua Hari Agar Air Mengalir Lagi, Ini Masalahnya
Serta di Kecamatan Geyer yang meliputi Desa Asemrudung, Geyer, Monggot, Karanganyar, dan Desa Bangsri dan di Kecamatan Tanggungharjo yang berada di Desa Tanggung.
Kepala KAI Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo mengatakan bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI dengan pemkab.
"Sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri, KAI sebagai salah satu BUMN turut serta untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Semoga dengan bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh warga di sini," jelas Wisnu.
Baca Juga: Dampak Pipa Bocor, Belasan Ribu Pelanggan PDAM Grobogan Tidak Teraliri Air
Baca Juga: Truk Muat Roster Oleng dan Terguling di Wirosari Grobogan, Arus Lalu Lintas Tersendat, Begini Kronologinya
Sedangkan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan, Soewingyo menambahkan, Kabupaten Grobogan merupakan daerah cekungan air tanah (CAT).
Sehingga sulitnya sumber mata air ketika musim kemarau tiba.
"Kalau dari BPBD solusi jangka panjang dengan membuat embung atau waduk sebagai penampung air ketika musim kemarau seperti ini," imbuhnya. (Int)
Editor : Ali Mustofa