Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Mau Direlokasi, Beberapa Pedagang Pasar Glendoh Grobogan Malah Pilih Adu Konsep

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 10 Agustus 2023 | 19:06 WIB
AKTIVITAS: Transaksi jual beli yang ada di pasar tradisional, Pasar Glendoh, Kecamatan Purwodadi.
AKTIVITAS: Transaksi jual beli yang ada di pasar tradisional, Pasar Glendoh, Kecamatan Purwodadi.

 

GROBOGAN – Relokasi pedagang Pasar Glendoh menimbulkan pro-kontra. Ada yang mau dipindah. Ada yang bersikukuh tidak. Ada yang setuju dengan konsep revitalisasi. Ada yang tidak setuju dan ingin adu konsep.

Beberapa pedagang tak setuju dengan rencana relokasi dari Jalan R Soeprapto ke Gajah Mada. Baru sosialisasi pertama kali, pedagang meminta adu konsep.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setiawan mengatakan, saat ini pengusulan revitalisasi pasar dilakukan di Kementerian PUPR melalui Kementerian Perdagangan. Saat ini masih tahap justifikasi dari Kementerian Perdagangan.

“Kami melengkapi itu. Mudah-mudahan justfikasi dari Kemendag segera turun. Nanti hasilnya akan kita bawa ke Kementerian PUPR. Selanjutnya, kami akan me-review desain. Apa yang perlu diubah dan sempurnakan, sehingga pagu anggaran Rp 30 miliar untuk Pasar Glendoh bisa betul-betul turun,” jelasnya.

Kini Disperindag mulai sosialisasi tahap pertama kepada sejumlah pedagang yang ada di Pasar Glendoh. Meski baru pertama, ternyata reaksi pedagang bervariasi. Ada yang pro dan kontra terakait revitalisasi Pasar Glendoh dari Jalan R Soeprapto ke Jalan Gajah Mada tersebut.

“Kami masih memberi waktu untuk pedagang Pasar Glendoh dalam melakukan musyawarah,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sejumlah pedagang memang ada yang setuju dan ada yang menolak. Rata-rata yang menolak merupakan pedagang yang ada di kios depan.

“Kemarin ada yang meminta untuk direvitalisasi di lokasi semula. Ada juga yang mau adu desain dan konsep. Kami tampung dan beri waktu mereka. Karena kami tidak memaksa,” tegasnya.

Padahal relokasi Pasar Glendoh ke Jalan Gajah Mada merupakan keinginan pedagang yang dilontarkan pada 2011 silam. Namun, ternyata ada beberapa yang tak setuju.

Meski begitu, pihaknya telah mengantongi beberapa opsi lainnya jika pedagang bersikukuh menolak pemindahan ke lokasi baru.

“Masih ada opsi yang akan dilaksanakan. Kami masih punya PR banyak, terkait limpahan pedagang dari Pasar Induk Purwodadi yang butuh difasilitasi tempat. Itu juga akan kami pikirkan. Kemudian pedagang yang ada di Pasar Jetis (Banyuono), selain itu juga pedagang di Pasar Pagi dan Agro. Sudah banyak limpahan pedagang yang belum mendapatkan tempat,” terangnya.

Danis berharap, pendirian pasar di kompleks Pasar Pagi dan Agro ini akan lebih representatif. Lokasinya pun cukup strategis dan luas. Penataan IPAL juga akan terkoneksi dan TPS 3R pun mulai dilengkapi di tahun ini. Tentunya akan memberi kenyamanan baik bagi pedagang, pembeli serta warga yang ada di sekitar pasar. (int/mal)

 

 

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #kementerian pupr #relokasi #pasar glendoh #pedagang