Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! 53 Desa dari 14 Kecamatan di Grobogan Alami Kekeringan, Begini Upaya BPBD

Abdul Rokhim • Minggu, 6 Agustus 2023 | 22:02 WIB
DROPPING AIR : BPBD Grobogan melakukan dropping di sejumlah wilayah baru-baru ini.
DROPPING AIR : BPBD Grobogan melakukan dropping di sejumlah wilayah baru-baru ini.

GROBOGAN – Musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan mengalami bencana kekeringan.

Bahkan, hingga bulan Agustus sudah ada 53 desa dari 14 Kecamatan yang mengajukan dropping air bersih.

Sementara, kecamatan lainnya yang tak mengajukan dropping air bersih. Yaitu Kecamatan Klambu, Brati, Godong, Gabus dan Tegowanu.

Baca Juga: Diterjang Angin, Teras Gazebo Balai Desa Sedangharjo Grobogan Ini Roboh

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan, musim kemarau di Kabupaten Grobogan mulai terjadi pada awal Juli 2023.

Saat ini, sudah ada 53 Desa dari 14 Kecamatan yang sudah mengajukan bantuan air bersih.

“Bencana kekeringan ini diprediksi sampai bulan Oktober. Puncaknya di bulan Agustus-September,” kata Endang Sulistiyoningsih.

Baca Juga: Warga Geyer Grobogan Bakar Rumahnya Sendiri hingga Merembet ke Rumah Tetangga, Ini Penyebabnya

Lebih lanjut, kata Endang, tahun 2023 masuk dalam tahun kemarau kering. Sehingga nantinya musim kemarau akan berlangsung lebih panjang.

Berbeda dengan tahun 2022 lalu masuk musim kemarau basah. Sehingga, meski kemarau masih banyak hujan turun di sepanjang tahun.

”Antisipasi dampak kekeringan tahun ini kami sudah anggarkan Rp 100 juta untuk bantuan droping air bersih dari Dana Tidak Terduga (DTT). Jika masih kurang maka bisa diambilkan lagi dari APBD dari dana DTT,” ujarnya.

Menurutnya, dalam bencana kekeringan tahun ini bisa seperti pada tahun 2018 lalu.

Baca Juga: Melarikan Diri, Tersangka Cabul Anak di Bawah Umur di Grobogan Diamankan di Semarang, Ternyata ini Orangnya!

Dimana ada 18 Kecamatan terdampak kekeringan. Hanya tinggal Kecamatan Klambu.

Hal itu terjadi lantaran adanya dampak musim El Nino untuk pergerakan musim kemarau lebih panjang.

“Anggaran untuk dropping air bersih dari APBD siap. Hanya saja kami terkendala dengan armada truk yang mengangkut ke daerah,” ujarnya.

Kendaraan truk operasional untuk distribusi droping air bersih milik BPBD Grobogan hanya 2 truk.

Satu lagi milik kementerian sosial dan bantuan dari CSR. Keterbatasan ada tersebut menjadikan bantuan droping air bersih terkendala.

Baca Juga: Satu Anggota Polres Grobogan Dipecat Tidak Hormat, Ini Alasannya

“Maka kami distribusi kami satu hari untuk satu truk dua kali pengiriman. Karena jarak pengirimannya jauh dari kota Purwodadi tempat mengambil air dari pdam Grobogan,” terang dia.

Pada tahun sebelumnya masih ada 4 truk milik PDAM Grobogan. Namun, karena usia kendaraan sudah tua tidak layak untuk mengangkut air bersih. Maka droping air bersih belum bisa maksimal.

Endang juga mengimbau kepada warga masyarakat agar hemat dalam menggunakan air dan menggunakan seperlunya.


Baca Juga: Beda Sikap Orang Tua dan Sekolah Soal Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Grobogan oleh Senior

Kemudian membuat tempat penampungan dari air hujan. Sehingga bisa digunakan saat tidak ada air.

“Imbauan kepada warga juga agar berhati hati dengan bahaya kebakaran. Karena musim kemarau menjadikan api cepat membesar,” tandasnya. (mun/khim)

 

Editor : Abdul Rokhim
#grobogan #bencana #kekeringan #musim kemarau #BPBD