GROBOGAN – Pembukaan Porprov Jawa Tengah XVI di Pati Raya menggunakan Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong. Api tersebut diambil secara simbolis oleh Wakil Ketua I KONI Jawa Tengah Bambang Rahardjo Munadjat dan Bupati Grobogan Sri Sumarni Rabu (2/8).
Pengambilan api disaksikan Forkopinda Kabupaten Grobogan, Sekda Grobogan Sumarsono dan perwakilan bupati dari enam Kabupaten. Yaitu dari Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora dan Grobogan.
Setelah prosesi pengambilan api Mrapen, api kemudian dibawa dua atlet juara nasional dan internasional asal Grobogan. Yaitu Aris Susanti atlet panjat tebing juara medali emas Asian Games dan Irfan Toni Saputra atletik peraih medali emas di PON XX Papua.
Setelah diterimakan kedua atlet, selanjutnya api Mrapen diarak menggunakan mobil patrol. Dibawa keliling daerah Pati Raya. Kemudian finish di Kabupaten Pati untuk pembukaan Porprov Jateng XIV.
Wakil Ketua KONI Jawa Tengah Bambang Rahardjo Munadjat mengatakan kejuaraan Porprov Jawa Tengah XIV digelar mulai 5-1 Agusutus 2023. Pembukaan digelar di Kabupaten Pati dan penutupan di Kabupaten Jepara. Ada 57 cabor yang dipertandingkan.
”Tempat pelaksanaan digelar di enam Kabupaten. Yaitu Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan,” kata Bambang Rahardjo Munadjat.
Selain digelar di Pati Raya plus Grobogan, kejuaraan juga digelar di empat daerah lainya. Yaitu di Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, dan Solo.
Penambahan empat tempat kejuaraan ini karena ada venue cabor yang tidak dimiliki di daerah Karesidenan Pati dan Grobogan.
”Rencana pembukaan dibuka oleh gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.
Bupati Sri Sumarni mendapat kehormatan untuk mengambil api Porprov Jateng 2023 itu. Api itu akan diinapkan di semua tuan rumah Porprov yaitu Kabupaten se-Pati Raya.
Setelah diambil Bupati Sri Sumarni kemudian, api itu kemudian dibawa oleh dua atlet kebanggan Grobogan Aris Susanti (panjat tebing) dan Irfan Tonui Saputra (tolak peluru).
Dari kedua atlet ini obor diserahkan kepada tim KONI Jateng. Dari situ kemudian satu obor diarak ke perbatasan Grobogan-Kudus, dan satu lainnya diestafetkan ke perbatasan Grobogan-Blora. (mun)
Editor : Ali Mustofa