Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Minim Literatur, Gong Senen di Museum Grobogan Tunggu Hasil Kajian

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 30 Juli 2023 | 22:17 WIB

 

DISIMPAN: Gong Senen yang dipajang di Museum Lokal Grobogan.
DISIMPAN: Gong Senen yang dipajang di Museum Lokal Grobogan.

 

GROBOGAN – Selain Jepara, Grobogan juga memiliki Gong Senen. Koleksi itu tersimpan di Museum Lokal Grobogan.

Gong Senen tersebut kini turut dikaji Tim Museum Jawa Tengah Ranggawarsita. Hingga kini Disporabudpar Grobogan menunggu hasil kajian.

Minimnya informasi sejarah dan literasi tentang koleksi Gong Senen, membuat pemkab melakukan kajian lebih lanjut. Dengan harapan informasi sejarah tentang gong ini dapat tersaji dengan lengkap.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Endang Darwati mengatakan, pengkajian dilakukan selama dua hari.

Ada lima buah gamelan senen berukuran besar dengan diameter 70 cm dan lima bonang berukuran kecil dengan diameter 47 cm yang diteliti.

“Kajian seni musik tradisional ini bertujuan untuk mengetahui seluk beluk gamelan,” katanya.

Diketahui, selama ini deskripsi baru tertuliskan sedikit informasi terkait gong senen ini. Antaranya mengenai bahan gong yakni perunggu.

Kemudian gong senen tersebut dulunya hanya dipukul setiap hari Senin pada saat Bupati Grobogan mengadakan pasowanan (pertemuan).

“Penyebutan Gong Senen oleh masyarakat setempat dikarenakan konon hanya dapat dimainkan pada hari Senin. Tradisi Gong Senen ini dimanikan untuk mengiringi keselamatan masyarakat serta dijauhkan dari malapetaka berangkat bekerja,” jelasnya.

Dia mengatakan, Gong Senen ini dulu didapat melalui anggaran pengadaan Pemkab Grobogan pada 1864 oleh Bupati Grobogan per tama (Adipati Puger).

Sempat dibawa dari ibukota kabupaten terdahulu (Grobogan, Red) yang berpindah ke Purwodadi. Kemudian Gong Senen tersebut diserahkan ke Museum Lokal Grobogan pada 1965.

“Hingga kini kami masih menunggu hasil kajian Tim Museum Ranggawarsita. Kami harap segera turun,” katanya. (int/mal)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #gong senen #Hasil Kajian #gamelan