Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Sedadi Grobogan Patungan Ratusan Juta Tangani Jalan Ambles Secara Swadaya, Ini Alasannya!

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 25 Juli 2023 | 00:20 WIB
RUSAK: Jalan Sedai-Lajer tepatnya Dusun Kedung Gedang Desa Sedadi Kecamatan Penawangan yang rusak parah.
RUSAK: Jalan Sedai-Lajer tepatnya Dusun Kedung Gedang Desa Sedadi Kecamatan Penawangan yang rusak parah.

GROBOGAN - Tiga tahun berlangsung, kondisi amblesnya jalan di Jalan Sedadi-Lajer, tepatnya di Dusun Kedung Gedang, Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan akhirnya akan dilakukan perbaikan tahun ini. Warga pun sempat melakukan swadaya hingga ratusan juga untuk membantu atasi penanganan darurat amblesnya jalan.

Sekdes Lajer, Hartono mengungkapkan, selama ini warga membantu membeli tanah uruk untuk atasi penanganan darurat.

”Warga sudah ratusan juta patungan untuk menguruk jalan ambles ini. Sejak Februari 2020, sudah tiga tahunan. Warga kerja bakti untuk memperbaiki jalan agar tetap bisa dilewati. Ini satu-satunya akses masyarakat Lajer dan sekitarnya," ungkap Hartono.

Diungkapkan, akses utama warga Desa Lajer dan sekitarnya menuju kota kabupaten terganggu akibat amblesnya jalan sedalam kurang lebih 2,5 meter ini.

Kondisi yang semakin parah itu, akhirnya akan teratasi di tahun ini. Meskipun baru sekitar 30 meter.

Minimnya anggaran, membuat penanganan amblasnya jalan di lereng Kali Lanang ini harus dilakukan secara bertahap.

Untuk tahun 2023 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Grobogan menganggarkan sebesar Rp 1 Miliar. 

"Tahun ini hanya ada Rp 1 miliar. Maka dioptimalkan dengan mendapatkan panjang 30 meter. Yakni untuk tiang pancang, Dinding Penahan Tanah (DPT) dan urugan. Belum termasuk penanganan jalannya," kata Sekretaris DPUPR Wahyu Tri Darmanto.

Wahyu menjelaskan, pihaknya telah membuat detail engineering design (DED) secara keseluruhan di tahun ini. Yakni dengan output panjang penanganan 90 meter, lebar jalan 9 meter. Output tersebut mencakup tiang pancang sedalam 12 meter, dinding penahan tanah, urugan, badan jalan, saluran drainase dll. 

"Sesuai DED, penanganan tersebut menelan biaya keseluruhan sebesar Rp 5,7 miliar," ungkapnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #jalan ambles #biaya #swadaya