GROBOGAN - Dijanjikan mendapat bantuan sapi sejak 2019, warga Desa Pengkol Kecamatan Penawangan hingga kini hanya bisa mlongo.
Lantaran hal tersebut tidak pernah terwujud. Padahal mereka sudah ditarik uang Rp 500 ribu per orang.
Seorang warga Desa Pengkol yang enggan disebutkan namanya mengeluh.
Sebab, janji tersebut tak pernah terealisasi hingga kini. Padahal sudah bertahun-tahun.
Ia mengatakan yang menjanjikan tersebut merupakan kepala desa Pengkol.
Namun ia menduga kepala desa tersebut sejatinya juga tak tahu apa-apa. Karena ia menduga ada pihak ketiga yang berperan.
"Kepala desa sebenarnya gak tahu begituan. Ini kemungkinan ada pihak lain yang mengarahkan," imbuhnya.
Ia menjelaskan ada sekitar 80 warga setempat yang ditarik uang Rp500 ribu.
Artinya bila dikalkulasi uang yang ditarik mencapai Rp40 juta.
"Sempat kami cek, ternyata dari desa gak ada ajuan atau proposal permintaan bantuan itu," paparnya.
Tahun ini memang benar ada bantuan sapi. Pertama 12 ekor. Kemudian akan ada tambahan 33 ekor lagi.
Tetapi bantuan dari dinas itu untuk kelompok lain. Di luar 80 orang yang ditarik uang.
"Sampai saat ini uang yang ditarik gak dikembalikan. Mau laporan dan mempertanyakan itu pada gak berani," tambahnya.
Bantuan ternak baik sapi dan kambing memang menjadi program tahunan dinas peternakan dan perikanan. Program yang dianggarkan cukup besar. Dalam LPSE Kabupaten Grobogan terdapat ada lima tender pengadaan ternak.
Untuk bantuan sapi ada tiga paket. Senilai Rp 1,1 Miliar, Rp 3,4 miliar, dan Rp 1,2 miliar. Total Rp 5,7 miliar. Selain itu ada dua paket pengadaan Kambing. Yakni senilai Rp 1,1 miliar dan Rp 700 juta. Total Rp 1,8 miliar. (tos)
Editor : Ali Mustofa