GROBOGAN - Nihilnya anggaran perawatan membuat objek-objek wisata yang dikelola Pemkab Grobogan tak bisa bersolek tahun ini. Sehingga terlihat memprihatinkan. Lantaran tak ada pembenahan.
Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Suliwati mengatakan kondisi tersebut membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak. Hanya pasrah. Karena upaya-upaya mempercantik objek wisata yang dikelola mustahil dilakukan.
"Biaya perawatannya tidak ada. Kendalanya memang di anggaran," jelasnya.
Pihaknya sendiri merasa bingung. Kenapa hal tersebut bisa terjadi. Padahal wisata harusnya menjadi bagian penting membranding daerah. Hingga menaikkan pendapatan.
"Para pemangku kepentingan tidak ada gregetnya untuk memajukan pariwisata. Sehingga kondisinya biasa-biasa saja," tambahnya.
Akibat tak adanya upaya serius itu, menurutnya meski memiliki potensi wisata yang bagus sekalipun, wisatawan tak akan tertarik. Lantaran minimnya fasilitas pendukung. Seperti akses, perawatan, dan tampilan objek wisata yang minim.
Dijelaskan, tahun kemarin Disporabudpar hanya mendapatkan anggaran untuk pemeliharaan dan pengembangan destinasi wisata sekitar Rp 50 juta. Sedangkan tahun ini nihil anggaran perawatan.
”Hanya bisa dipakai untuk menambal sulam bunga yang mati, pupuk tanaman, kebersihan, penerangan seperti lampu-lampu yang mati, pengerukan lumpur agar tidak becek ketika hujan hingga membeli alat kebersihan,” paparnya.
Sementara tahun depan pihaknya mengaku belum mendapatkan anggaran untuk bersolek. Sehingga dikhawatirkan keberadaan destinasi wisata milik pemkab ini tenggelam seiring dengan banyaknya wisata milik swasta yang semakin diminati. (tos/zen)
Editor : Abdul Rokhim