Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sepuluh Ribu Warga Grobogan Terdeteksi Obesitas hingga Gagal Ginjal, Begini Kata Dinas

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 6 Juli 2023 | 20:55 WIB
SKRINING: Masyarakat Grobogan saat dilakukan screening deteksi dini penyakit tidak menular baru-baru ini. 
SKRINING: Masyarakat Grobogan saat dilakukan screening deteksi dini penyakit tidak menular baru-baru ini. 

GROBOGAN - Dinkes Grobogan melalui 30 puskesmas rutin mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM). Dari 248.724 yang diskrining, 10.562 orang kedapatan terdeteksi obesitas, jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Kepala Dinkes Grobogan dr Slamet Widodo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Djatmiko mengatakan, selama Januari hingga Mei, deteksi PTM melalui pos binaan terpadu (Posbindu) telah dilakukan pada 30 Puskesmas. Sasarannya masyarakat usia 15 tahun ke atas.

“Selama Januari hingga Mei ini, tercatat 248.724 orang dilakukan skrining/deteksi dini. Sebanyak 10.562 orang terdeteksi dini mengalami berat badan berlebih dari indeks tubuh (obesitas) atau 4,25 persen dari seluruh orang yang di-skrining,” ungkapnya.

Selain itu, terdeteksi 7.666 orang di antaranya kedapatan kurang melakukan aktifitas fisik, serta 4.533 orang melakukan diet tak seimbang.

Selama pelaksanaan posbindu itu, ada beberapa pos skrining kesehatan yang diberikan. Antaranya Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan mengukur lingkar perut, berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) yang bisa jadi patokan dalam mendeteksi status kesehatan.

Kemudian, mengukur tensi, cek gula darah, kadar saturasi oksigen, kuesioner kesehatan mental pekerja, hingga konsultasi dan pemberian obat.

Menurutnya, obesitas menjadi pintu masuk dari berbagai penyakit tidak menular katastropik seperti hipertensi, diabetes, jantung, gagal ginjal dan stroke.

“Ada berbagai faktor penyebabnya seperi kurangnya olahraga, pola makan yang kurang sehat, hingga genetik,” ungkapnya. (int/mal)

 

Editor : Abdul Rokhim
#grobogan #dinkes grobogan #obesitas #dinas kesehatan #gagal ginjal