“Pagelaran ketoprak ini diselenggarakan sebagai wujud melestarikan (nguri-uri) Budaya Jawa. Selaras dengan Komitmen Partai Demokrat yang memberikan dukungannya untuk menjaga warisan budaya di Indonesia, salah satunya Ketoprak. Budaya mengandung pola perilaku sosial masyarakat dan politik merupakan salah satu bagian dari dinamika kebudayaan," ungkap Harmusa.
Mengangkat Lakon Wijaya Ngratu, mampu menarik antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Pagelaran Ketoprak yang dibawakan Oleh Kelompok Wahyu Budoyo. Pagelaran ini dihadiri oleh masyarakat dari semua kalangan dan usia.
Tugas untuk menguri-uri budaya terbilang berat. Namun bukan berarti kita lepas tangan. Melibatkan generasi muda merupakan kunci pelestarian kebudayaan kita. Ketoprak bukan hanya sekedari hiburan, tetapi juga sebagai pengingat sejarah yang mengandung banyak pesan moral. Budaya Jawa mempunyai nilai-nilai dan filosofi luhur. Bila dilaksanakan akan membawa banyak manfaat dan kemajuan bangsa. Melalui Ketoprak, pesan leluhur kebudayaan jawa disampaikan tanpa memberi kesan menggurui.
Harmusa berharap, dengan adanya Pagelaran Ketoprak masyarakat akan lebih mencintai budaya Jawa sebagai kearifan lokal dan bagian dari kebudayaan nasional. Serta tidak akan membiarkan budaya tersebut diklaim oleh bangsa manapun. (adv) Editor : Abdul Rokhim