GROBOGAN - Angin puting beliung merusak sebanyak 38 rumah di Dusun Ngampelan Desa Monggot Kecamatan Geyer.
Akibatnya sejumlah atap berserakan dan listrik sempat padam.
Baca Juga : Bilang Pinjam, Kades di Juwana Pati Justru Gelapkan Mobil Warga Purwodadi, Begini Kronologinya
Kejadian angin kencang tersebut sejak pukul 17.30 pada Senin (12/6). Angin bergerak sekitar sepuluh menit lamanya.
Membuat genting berterbangan hingga sejumlah pohon turut tumbang.
Kepala Desa Monggo Susanto mengatakan, pihaknya melakukan kroscek pendataan kepada korban angin puting beliung, terkait kemungkinan bertambahnya jumlah rumah rusak.
”Paling parah berdampak di Dusun Ngampelan, tadi malam dilakukan pendataan ada 38 rumah yang gentengnya rusak. Namun, ternyata masih bertambah hingga pagi ini (Red, kemarin). Kemungkinan di dusun lain juga masih ada yang mengalami kerusakan,” ujarnya,
Menurutnya, selain mengakibatkan rumah rusak, angin kencang juga membuat listrik padam sejak sore hingga keesokan harinya.
Bahkan, baru satu RT dari lima RT yang listriknya kembali menyala.
”Memang tidak ada rumah yang sampai roboh. Namun, usai angin kencang itu, listrik padam. Tadi malam sekitar pukul 00.00 listrik di satu RT yang terdampak sudah nyala, tapi di RT lainnya masih padam sampai pagi tadi,” imbuhnya.
Pagi harinya, sejumlah TNI Polri hingga relawan mulai melakukan gotong royong untuk penataan genting dan sejumlah bangunan yang rusak.
”Kami harap ada bantuan alat agar pembenahan ini segera rampung. Sehingga warga bisa beraktifitas normal lagi,” ungkapnya. (int)