Baca Juga : Duh! Dibina Dinsos Grobogan, Manusia Silver Justru Kabur, Begini kronologinya
Hal itu dikeluhkan Kabid Pasar Daerah Arif Effendi Z. Sebab, banyak pedagang yang memilih berjualan di depan pasar dan di atas pikap. Padahal volume kendaraan yang berlebih itu justru menjebol saluran drainase.
”Dulu sudah dibuat dan tertata salurannya. Ternyata jebol dan menghalangi saluran air. Sehingga butuh diperbaiki segera,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat Disperindag mengusulkan perbaikan drainase menjadi prioritas di tahun depan.
”Tak hanya penataan drainase, kami juga usulkan pengelolaan sampah lanjutan. Belum ada TPS3R di sana, padahal banyak sampah sayur seperti kol yang kalau dibiarkan menumpuk akan menimbulkan bau menyengat. Maka kami upayakan ada pengelolaan dan pengolahan lanjutan,” ucap Arif.
Sedangkan Arif menyebutkan, dalam mengatasi maraknya pedagang yang masih bandel berjualan di atas pikap. Pihaknya akan berkoordinasi dengan paguyuban dan Satpol PP untuk menindak.
”Memang sudah tak menjamur seperti dulu. Dulu sempat bikin kemacetan di sepanjang Jalan Gajah Mada. Namun, beberapa kendaraan yang masih nekat itu malah merusak saluran drainase di pasar. Tentu harus semakin diperketat agar semua pedagang mau berjualan di dalam,” tegasnya. (int/khim) Editor : Abdul Rokhim