Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pendapatan Asli Desa (PAD) Tembus Rp 1 Miliar, Pengelolaan Desa di Purwodadi Ini Dilirik Kemendes

Abdul Rokhim • Minggu, 28 Mei 2023 | 22:06 WIB
DIKUNJUNGI: Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes saat meninjau Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
DIKUNJUNGI: Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes saat meninjau Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
GROBOGAN – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) menyambangi Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi. Kemendes kepincut dengan pengelolaan desa hingga Jumat (26/5) memiliki pendapatan asli desa (PAD) di atas Rp 1 miliar.

Baca Juga : Buruh asal Pulokulon Grobogan Meninggal saat Bekerja di Semarang, Keluarga Tolak Uang Santunan, Ini Alasannya

Peninjauan itu dilakukan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes Ivanovich Agusta. “Penasaran dengan PAD yang tinggi ini bersumber dari mana saja,” ungkapnya.

Selama peninjauan ini, pihaknya kagum dengan sistem pemberdayaan dengan cara stimulan yang dikembalikan untuk pembangunan desa. Ke depan pihaknya juga akan meningkatkan skill, manajemen kepada sumber daya manusia (SDM) yang ada di Desa Cingkrong.

“Mereka juga meminta kami fasilitasi pelatihan terkait perdes pengelolaan aset. Kami akan coba fasilitasi itu,” katanya.

Kepala Desa Cingkrong Jasmi mengatakan, tingginya PAD di desanya bersumber dari lelang tanah kas desa, kemudian dari pendapatan lain seperti dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), Banprov, Bumdes, dan pasar.

“Paling utama terkait PAD murni. Sebanyak Rp 1 miliar memang murni dari lelang tanah kas yang dilakukan terbuka dan transparan. Jadi tidak ada yang kami tutupi dan tak ada lelang sembunyi. Semua masyarakat diberlakukan sama,” jelasnya.

Baca Juga : Tipu Warga Gubug Rp 23 Juta, Warga Demak Ini Diamankan Polisi, Begini Modusnya

Pada periode ketiga kepemimpinannya ini, dia menunjukkan keberhasilannya menjabat. Diungkapkan, sejak kali pertama menjabat Jasmi telah menerapkan sistem stimulan kepada warga.

“Stimulan setiap habis lelang uang dikembalikan ke rakyat. Warga juga ikut membangun dengan cara jimpitan. Awalnya senilai Rp 100-Rp 500 hingga sekarang Rp 1 ribu-Rp 2 ribu. Trik itu ternyata berhasil, setiap RT dapat membangun lingkungannya dengan serempak,” ungkapnya.

Dia mengatakan, setiap RT mendapatkan tanggung jawab dalam memikirkan wilayah mereka masing-masing. Nantinya akan dibantu dengan uang stimulan. Awalnya per RT mendapatkan stimulan sekitar Rp 9 juta. Kini bisa mencapai Rp 50 juta per RT.

Selain itu, Desa Cingkrong juga mengusulkan perkembangan pertanian yang hingga kini kurang mendapatkan perhatian.

“Paling tidak ada perbaikan irigasi, karena selama kurang optimal. Sering jebol yang irigasi induknya. Kemudian bagi kaum petani juga diupayakan tunjangan kesehatan,” jelasnya.

Selama sharing, pihaknya juga mengusulkan pembangunan jembatan gantung. Sebab, wilayah Cingkrong dikelilingi sungai Serang.

“Kami mengusulkan peninggian tanggul sepanjang sungai Serang. Karena warga Desa Cingkrong tepatnya di RT 5 dan 6 RW 4 Dusun Tegalgiling terpisah sungai Serang. Kami juga berharap dibantu pembangunan jembatan gantung,” harapnya. (int/mal) Editor : Abdul Rokhim
#kemendes #grobogan #desa cingkrong #purwodadi #pad #pendapatan asli daerah