Baca Juga : Edan! Bangunan untuk Pameran UMKM di Grobogan Ini malah Dibuat Kafe-Karaoke
Hingga Senin (8/5), beberapa PKL masih membersihkan sisa-sisa bongkaran lapak untuk dimuat. Dibawa pulang. Namun, sebagian puing-puing yang sudah lapuk dan tak terpakai dibiarkan berserakan.
Zaidun, salah satu PKL terlihat mengangkut beberapa kayu yang sekiranya masih terpakai ke dalam mobil bak pikap. Bahan itu akan dibawa pulang. Lantaran ia belum tahu akan jualan lagi di mana.
Para PKL sengaja memilih membongkar sendiri, agar bahan-bahan bangunan seperti kayu masih bisa dipakai. Sebab, jika hingga Senin masih ada bangunan, semua akan diratakan tanah dengan buldoser dan alat berat lain. ”Kami memilih membongkar sendiri," katanya.
Menurutnya, para PKL sudah mulai membongkar lapak-lapak tersebut sejak Sabtu (6/5) lalu. Kemudian Minggu (7/5) dan Senin (9/5). Sebelum membongkar sendiri, sudah ada surat peringatan. ”Sudah ada surat pertama, kemudian kedua, dan akhirnya kemarin terus dibongkar," paparnya.
Zaidun menerangkan, lokasi pinggir jalan tempat mereka biasa melapak itu, rencananya dari pemerintah akan digunakan untuk pelebaran jalan dan pembuatan taman. Karena untuk kepentingan umum itu, mereka yang sebenarnya hidup dengan melapak di situ sebagai sumber perekonomian, terpaksa pergi.
”Saya mau pindah ke mana belum tahu. Nggak ada tempat. Jadi ini kayu-kayu saya bawa pulang dulu," tuturnya.
Baca Juga : Akhirnya, Pekerja PT Pungkook Grobogan Tertangkap ‘Esek-esek’ di Mobil Ajukan Resign
Karena belum tahu lokasi jualan yang baru, penjual mi ayam jamur yang sudah melapak selama 10 tahun itu, akan berhenti jualan.
”Bisa pindah profesi jadi kuli bangunan. Kalau yang lain, ada yang pindah di sekitar sini. Ada yang jualan di rumah," katanya. (tos/lin) Editor : Abdul Rokhim