Baca Juga : Bentrok Perguruan Silat di Gabus Grobogan, Sepuluh Rumah Rusak, Ini Penyebabnya
Kebakaran yang menghabiskan dua sekaligus itu melibatkan rumah milik Supeno dan Samuli di RT 01 RW 02 Desa Ngambakrejo Kecamatan Tanggungharjo.
Diketahui, kronologi kebakaran ini kali pertama diketahui oleh Istiyono, tetangga korban yang pada saat itu keluar dari rumahnya dan melihat sudah ada kepulan api dari PAL listrik di rumah milik Supeno.
Percikan api tersebut secara cepat meluas ke atap rumah milik korban dan semakin membesar. Angin yang kencang juga membuat api merembet ke rumah milik Samuli yang bersebelahan dengan rumah Supeno.
"Keluar percikan api terus menyambar atap rumah Pak Supeno ini. Saya teriak minta tolong dan warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api terus merembet sampai ke rumah Pak Samuli," ungkap Istiyono.
Baca Juga : Dua Siswa MTS di Purwodadi Ikuti Ujian Susulan usai Tunggak Uang Makan, Ini Kata Kemenag
Peristiwa kebakaran ini langsung dilaporkan perangkat Desa Ngambakrejo dan kemudian diteruskan ke Damkar Pos Gubug yang lokasinya berdekatan dengan Tanggungharjo.
"Namun, karena api terus meluas, kami juga minta bantuan regu Damkar dari Kecamatan Godong hingga akhirnya api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan sampai pukul 20.00 WIB," ujar anggota Damkar Satpol PP Kabupaten Grobogan, Cukup Nofi.
Proses pemadaman api juga dibantu oleh tim pemadam kebakaran dari PT Semen Grobogan, yang pabriknya tidak jauh dari tempat kejadian.
Kebakaran ini meludeskan rumah milik Supeno yang berbentuk paris berbahan kayu berukuran 5 x 8 meter dan juga rumah milik Samuli yang berukuran 8 x 10 meter.
"Meski tidak ada korban jiwa, dua korban mengalami kerugian senilai total Rp 110 juta, yakni Saudara Supeno mengalami kerugian Rp 50 juta dan Saudara Samuli mengalami kerugian Rp60 juta," ungkap Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan. (int) Editor : Ali Mustofa