Baca Juga : Ugal-ugalan, Ini Penampakan Konvoi Kelulusan Ratusan Siswa SMA di Purwodadi yang Dibubarkan Polisi
Kapolsek Karangrayung, AKP Abbas menyebut kejadian itu berada di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung.
Diketahui, pelaku bunuh diri itu berinisial WAW dan masih berusia 22 tahun. Jasad WAW pertama kali diketahui oleh sang ayah dalam posisi menggantung dengan sabuk perguruan silat miliknya.
"Korban sempat bercerita kepada ayahnya bahwa ia baru pulang main dengan kekasihnya. Selain itu korban juga bercerita kalau ia tidak bisa mengikuti kegiatan kenaikan tingkat silat karena keterbatasan biaya," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata AKP Abbas, kejadian gantung diri diketahui bermula saat sang ayah yang berinisial S itu mengantarkan istrinya bekerja di Semarang.
Baca Juga : Seorang Pelaku Koboi Jalanan di Grobogan Todong Senjata Api ke Warga Ditangkap, Dua Lainnya Masuk DPO
Setelah mengantarkan istrinya, S tiba di rumah pukul 10.00 WIB. Usai melakukan perjalanan, S merasa lelah. Sehingga langsung istirahat dan tertidur di kursi rumah bagian depan.
"Kemudian sekira pukul 12.30 WIB sang ayah terbangun dan merasa lapar sehingga langsung menuju ke rumah belakang. Akan tetapi penanak nasi itu berada di dalam kamar anaknya. Pada waktu itu pintu kamar milik WAW dalam keadaan tertutup dan terkunci. Sehingga sang ayah mengetuk pintu sambil memanggil anaknya," jelasnya.
Akan tetapi, korban tidak merespon. S kemudian berusaha menelephon dan berdering. Tetapi tidak diangkat oleh sang anak. Setelah itu saksi I berusaha masuk kedalam kamar milik korban dengan cara memanjat kamar milik korban dengan menggunakan tangga kayu.
"Sesampainya saksi di atas dinding kamar, saksi melihat anaknya dalam keadaan tergantung di dalam kamar sehingga saksi panik dan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar," paparnya.
Atas kejadian itu, selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrayung guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kemudian Kapolsek, Ka SPKT, Kanit Reskrim, tim Inafis Polres Grobogan dan Nakes Puskesmas Karangrayung I mendatangi rumah korban guna melakukan olah TKP.
Baca Juga : Bocah asal Kradenan Grobogan Tewas Tenggelam di Kolam Renang, Begini Kronologinya
"Adapun dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Grobogan bersama Nakes Puskesmas Karangrayung I, didampingi keluarga korban serta disaksikan kepala desa setempat, bahwa terhadap keadaan tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan," tuturnya.
Sehingga, disimpulkan yang bersangkutan meninggal dunia murni karena gantung diri. Diduga kuat langkah tersebut diambil karena WAW putus cinta. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim