Baca Juga : Meresahkan! Lima Pelaku Spesialis Pembobol Minimarket Dibekuk Polisi di Grobogan, Begini Kronologinya
Nafis seorang saksi menyebut, kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.30. Semula, dirinya melihat gelagat dua pria yang mencurigakan.
Satu diantaranya memarkirkan motor di lokasi yang agak berjauhan dari Alfamart. Sehingga, identitas motor pelaku pun tak terekam CCTV.
Lebih lanjut, kata Nafis, kedua pria itu satu memakai baju kotak-kotak merah. Dan satunya memakai jaket grab.
"Jalan mondar-mandir kesana kemari. Saya sebenarnya sudah curiga," katanya.
Setelah mondar-mandir, pria berbaju kotak-kotak kemudian menghampiri Yuni penjual es cokelat yang berjualan di seberang Nafis. Lelaki itu pun kemudian menumpang men-charger handphone dan pesan roti di salah satu pedagang.
"Eh, tiba-tiba langsung jalan ke Mbak Lina yang jualan es teh samping saya. Minta uang Rp 20 ribu. Katanya buat bayar pesanan di Mbak Yuni," ujarnya.
Sementara itu, Yuni menuturkan, lelaki yang menghampirinya itu semula juga pesan es teh empat. Tetapi belum dilayani sudah minta uang Rp 20 ribu untuk membayar.
"Saya sadar ngasih uang. Tapi ya rela aja. Padahal sebelumnya gak kontak. Cuma pas pesen itu sempat lihat matanya," katanya.
Usai mendapatkan uang, pria itu kembali menghampiri Yuni. Dan meminjam hp milik Yuni dengan alasan untuk memfoto customer. Yuni pun kemudian juga menyerahkan secara sukarela.
Setelah mendapatkan hp itu, kedua lelaki tersebut kabur. Saat kondisi itulah sebenarnya dua korban itu menyadari. Namun tak bisa berteriak. Dan baru sadar jika terken hipnotis.
Sementara handphone milik pelaku ditinggal. Tetapi malam harinya pemilik hp realme itu menelpon Yuni mengaku orang Sukolilo, Pati. Orang tersebut mengaku hpnya hilang. Akhirnya pemilik hp realme itu mengambil di kediaman Yuni.
Sementara itu, Kapolsek Grobogan AKP Chandra Bayu menyebut ,pihaknya belum menerima laporan terkait hal itu. Sehingga belum bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim