Kerusakan itu dibiarkan, terlihat longsoran talud jalan dan sayap jembatan itu memiliki panjang 14 meter dengan ketinggian 3 meter. Selain talud jalan dan sayap jembatan, juga terjadi longsoran pada jalan samping jembatan dengan panjang 16 meter dengan lebar 2,50 meter.
”Padahal menjadi penghubung dua desa yakni Desa Bendoharjo dan Tunggulrejo. Sehingga cukup mengganggu akses perekonomian dan pendidikan di sini,” jelas Kepala Desa Bendoharjo Sunarto.
Kini pihak desa membiarkan kerusakan tersebut. ”Mencoba kami masukkan ke dana desa (DD), namun tidak memungkinkan. Karena membutuhkan sekitar Rp 169 juta,” jelasnya.
Menurutnya, masih ada tiga jembatan di desa tersebut yang juga mengalami kerusakan parah dan membutuhkan perbaikan segera. ”Masih ada tiga lagi jembatan yang mengalami pengikisan. Sampai saat ini belum tertangani. Kami sedang usulkan ke kabupaten,” jelasnya.
Sementara ini, jembatan yang menghubungkan kedua desa hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Sedangkan kendaraan roda empat harus memutar di perkampungan desa setempat. (int) Editor : Ali Mustofa