Baca Juga : Ditegur Bupati Grobogan, Kades Kalirejo Malah “Ngilang”, Apa Masalahnya?
Dalam video berdurasi dua menit dua detik itu terlihat seorang pria perawakan besar dengan logat India adu mulut dengan pekerja di dalam pabrik PT Sai Apparel. Seorang pekerja wanita itu kemudian melontarkan kata-kata.
"Ini jam berapa bapak. Kemarin bapak ngatain saya apa. Ngomong divideo," katanya.
Ucapan itu kemudian dibalas lelaki tersebut dengan mengatakan. "Gak boleh video di dalam," tuturnya. Perempuan itu kemudian membalas dengan ucapan "Saya orang Indonesia dikatakan gila. Salah saya apa," tambahnya.
Sambil keduanya berjalan, keluar dari area pekerja, perempuan itu terus memvideo. Dan sampai di luar area kerja perempuan itu melanjutkan omongannya. "Kalau saya dirugikan ya saya akan videokan," imbuhnya.
Lelaki itu kemudian juga membalas. "Kamu dirugikan apa," terusnya. Perempuan itu langsung menyambar dengan kata-kata "Kenapa gak boleh video. Ada apa? Ada rahasia di dalam perusahaan. Kerja paksa sampai selesai gak dibayar. Jam kerja molor berjam-jam," terangnya.
Dari video itu wartawan ini coba meminta keterangan ke salah satu pekerja di perusahaan itu yang enggan disebut namanya. Sebut saja L. Ia mengatakan jika benar perusahaan tersebut tidak membayar uang lembur pekerja.
"Sudah berbulan-bulan. Kalau perusahaan kan sudah setahunan. Ini mungkin sekitar 8 bulanan gak dibayar," imbuhnya.
Menurutnya karyawan yang tidak dibayar uang lemburnya itu yakni pekerja bagian sewing. Atas kondisi tersebut para karyawan sudah berkoordinasi dan mencoba mediasi dengan pihak perusahaan.
General Manager PT Sai Apparel Industries Chanchal Gupta mengatakan pihaknya tuduhan-tuduhan yang dilontarkan karyawan dan serikat. Menurutnya waktu lembur sudah dibayarkan.
"Tidak semua lembur. Kami melihat produktivitas dan efisiensi pekerja. Kami mengeluhkan karyawan perusahaan yang membawa hp. Kemudian kami cek produktivitas karyawan rendah baru 30 persen efisiensinya. Padahal sudah berjalan setahun. Mungkin karena tidak fokus kerja atau sibuk lain," katanya.
Dirjen Binwasnaker & K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang mengungkapkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi Jateng untuk menindaklanjutinya. Tim pengawas ketenagakerjaan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan.
“Merespon pemberitaan keluhan karyawan kerja lembur tetapi mengaku tidak dibayar, Kemnaker sangat prihatin kok masih terjadi hal ini, ” ujarnya. (tos/lid) Editor : Kholid Hazmi