Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masalah Ekonomi hingga Suami Suka Judi, Ribuan Perempuan di Grobogan Pilih Menjanda

Abdul Rokhim • Kamis, 12 Januari 2023 | 22:49 WIB
Illustrasi perceraian. (iStockphoto/Daniel Tadevosyan)
Illustrasi perceraian. (iStockphoto/Daniel Tadevosyan)
GROBOGAN - Sepanjang tahun 2022, sebanyak 2.561 perempuan di Kabupaten Grobogan memilih menjanda. Selain faktor ekonomi, mereka terpaksa memilih status tersebut lantaran beberapa kasus sang suami diketahui sering mabuk-mabukan hingga berjudi.

Baca Juga : Sepi Orderan, Oknum Ojol Asal Grobogan Nekat Bobol Kotak Amal Masjid di Kudus

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Purwodadi Sunarto mengatakan, kasus perceraian di Grobogan sendiri terus mengalami kenaikan. Penyebabkan didominasi permasalahan ekonomi dengan 3.074 kasus.

Menurutnya, kasus per bulan fluktuatif yakni pada Januari ada 276 kasus, Februari 208 kasus, Maret ada 370 kasus, April dengan 253 kasus, Mei ada 168 kasus, Juni 203 kasus, Juli 328 kasus, Agustus 328 kasus, September 275 kasus, Oktober ada 239 kasus, November ada 260 kasus dan Desember ada 311 kasus.

”Rata-rata pihak perempuan yang mengajukan. Karena cerai gugat mencapai 2.561 kasus. Sedangkan, cerai talak ada 963 kasus,” ungkapnya.

Menurutnya, penyebab perceraian masih disebabkan faktor ekonomi. Kemudian disusul perselisihan yang terus menerus. Selanjutnya karena meninggalkan salah satu pihak, judi, di penjara, mabuk hingga KDRT.

”Lebih spesifik lagi rata-rata karena faktor adanya wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain,” ungkapnya.

Kemudian berakibat terjadinya perselisihan yang terus menerus hingga menyebabkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Bahkan, ada beberapa kasus perceraian karena menikah paksa.

Meski begitu, kasus perceraian di Kabupaten Grobogan termasuk tertinggi di tingkat Jawa Tengah mengingat banyaknya jumlah penduduk. Serta banyak warga yang keluar kota dan keluar negeri. Sehingga menyebabkan banyak kemungkinan yang terjadi di dalam rumah tangga (RT).

”Perceraian di Grobogan masih tergolong tinggi. Bahkan, didominasi pasangan muda- mudi. Faktor ekonomi memang mendominasi. Akhirnya menjadi perselisihan dan pertengkaran. Meski orang tua sudah menengahi, tidak cukup berhasil akhirnya mengajukan ke PA,” tegasnya. (int/khim) Editor : Abdul Rokhim
#grobogan #jumlah janda grobogan #purwodadi #janda grobogan #kasus perceraian tinggi #menjanda