Baca Juga : Dihantam Banjir, Tiga Jembatan di Grobogan Longsor, Begini Penamapakannya
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus siswa yang rampung belajar di rumah langsung berdatangan ke sekolah untuk bermain. Mereka nampak asyik berlatih renang, hingga kejar-kejaran. Tak hanya itu, mereka juga menganggap sekolah tersebut layaknya waterboom gratis.
Kepala Sekolah SD N 1 Kandangrejo, Wargana menyebut, air mulai masuk area sekolah sejak Minggu (8/1). Saat itu ketinggian hanya 3-5 sentimeter. Tetapi seiring berjalannya waktu, air makin meninggi.
Bahkan, hingga Selasa (10/1) air di halaman sekolah sudah mencapai 50 sentimeter. Sementara di empat ruang kelas mencapai 15 sentimeter.
"Ruang kelas yang terendam ada empat. Yakni kelas 1,2,3 dan gedung TK. Ketinggian sampai 15 sentimeter," imbuhnya.
Lebih lanjut, kata Wargana, empat ruang kelas tersebut terendam karena bangunan lama mengingat bagian lantai yang belum tinggi.
Sementara, untuk ruang kelas 4,5, dan 6 adalah bangunan baru sehingga air hanya masuk ke lantai dengan ketinggian satu sampai tiga sentimeter saja.
"Ini air kiriman dari wilayah Timur seperti Desa Lemah Putih. Kemarin-kemarin kan sana yang banjir, terus mengarah ke sini," katanya.
Atas kondisi tersebut, sejak Senin (9/1) siswa di sekolah tersebut terpaksa belajar secara daring. Sebab kondisinya tidak memungkinkan. Tetapi ia tak memungkiri jika beberapa siswa kembali ke sekolah untuk bermain.
"Untuk pembelajaran daring kami sudah ada pengalaman dari pas pandemi Covid-19. Terus kalau banjir ini ya memang anak-anak malah senang bisa bermain. Tapi yang jelas kami menunggu perkembangan banjirnya, jika dirasa pembelajaran sudah bisa dilakukan tatap muka, ya kami terapkan kembali," katanya. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim