Baca Juga : Terbukti Jual Pertalite dengan Jerigen, SPBU di Grobogan Ini Tak Dipasok Pertalite Sebulan
Kejadian itu berawal ketika salah seorang saksi, Tri Setyo, 17, warga setempat melihat korban hendak berangkat mencari rumput. Saat itu jarum menunjukkan pukul 11.00. Ia melihat korban Imam Suhari, 20, tengah mengasah sabitnya di pinggir saluran irigasi Bendung Dumpil.
Namun, hingga pukul 15.00 diketahui korban tak kunjung pulang ke rumah. Ibu korban pun lalu berusaha mencarinya. Mengingat, biasanya korban ketika mencari rumput pukul 13.00 sudah ada di rumah.
”Ibu korban sempat meminta tolong warga untuk ikut membantu mencari korban. Mereka lalu mulai menyisir di sepanjang saluran irigasi Bendung Dumpil,” jelas Kapolsek Ngaringan, AKP Zainal Abidin.
Selanjutnya, warga pun berbondong-bondong mencari keberadaan korban. Hingga akhirnya salah seorang warga menemukan korban dalam kondisi meninggal usai tenggelam. Warga pun langsung mengevakuasi korban.
”Saat ditemukan itu, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Diketemukan sekitar pukul 17.30. Jenazah langsung diperiksa petugas kesehatan Puskesmas Ngaringan. Diketahui jenazah mengalami kekurangan oksigen pada jaringan otak dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” imbuhnya.
Korban pun lalu diserahkan kepada pihak keluarga, dan langsung dilakukan pemakaman.
Sementara itu, AKP Zainal mengimbau kepada warga agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar saluran irigasi. Jangan sampai ada kejadian serupa terulang kembali. (int/khim) Editor : Abdul Rokhim