Kepala Dinkes Grobogan dr Slamet Widodo yang diwakili Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Djatmiko mengatakan, bakti sosial ini untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Berbagai layanan kesehatan di buka, mulai dari pengecekan dan konseling kesehatan, cek gula darah dan tensi, cek kesehatan gigi dan mulut, fisioterapi, konseling gizi, vaksinasi Covid-19, penyuluhan radiologi hingga pemberian obat gratis.
”Di desa ini masih ada lima kasus stunting. Melalui pendekatan pelayanan kesehatan ini, orang tua bisa konsul langsung dengan gizi melalui stan organisasi profesi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Banyak OP di sini yang membaktikan ilmu mereka,” jelasnya.
Setelah dilakukan konseling dan pengecekan, mereka bisa langsung mendapatkan obat gratis serta sembako hingga pakaian pantas pakai. ”Peserta membludak hingga siang hari. Memang sudah seharusnya mengadakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, pelayanan akan mengedepankan pola bottom up yakni dari bawah ke atas. Termasuk dalam menggelar kegiatan. Sehingga diharapkan tidak lagi sentral di kabupaten, tapi menyebar di setiap desa.
”Kami harap melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Mereka semakin sadar akan kesehatan mereka. Jangan nunggu sakit baru periksa,” ujarnya. (int) Editor : Ali Mustofa