Baca Juga : Hendak ke Malaysia, Ibu dan Anak asal Wirosari Grobogan Justru Jadi Korban Kapal Tenggelam di Batam
Arif menuturkan, penemuan mayat itu berawal dari teriakan salah seorang warga yang melihat mayat terapung di Sungai Lusi.
Mendengar teriakan itu, ia yang sedang mencangkul di sawah tepat di sebelah Sungai Lusi itu pun bergegas mengecek kebenaran tersebut. Lebih lanjut, kata Arif, dari sawahnya itu, nampak seseorang dalam posisi tengkurap mengapung di sungai.
"Saya kemudian mengambil batang pisang untuk berenang. Saya pastikan betul-betul. Ternyata memang mayat," jelasnya.
Setelah mendapat kepastian itu, ia pun meraih mayat tersebut dan membawanya ke tepi sungai. Menurutnya, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia 50 tahun.
Tak berselang lama, setelah adanya laporan penemuan mayat tersebut, tim dari BPBD Kabupaten Grobogan bersama PMI, polisi dan TNI langsung datang ke lokasi penemuan mayat untuk melakukan evakuasi.
Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan menyebut, dari analisa sementara dengan melihat kondisi mayat, diprediksi mayat itu telah meninggal sejak 2-3 hari. Sebab, mayat itu terapung dan berbau tidak sedap.
"Kami perkirakan sudah meninggal sekitar 2 sampai 3 hari lalu," terangnya.
Setelah diangkat dari sungai, mayat itu pun langsung dinaikkan mobil ambulans dan dibawa ke RSUD Purwodadi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Nanti akan diperiksa tim inafis Polres Grobogan, jenazah dibawa ke RSUD Purwodadi," ungkapnya. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim