Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hendak ke Malaysia, Ibu dan Anak asal Wirosari Grobogan Justru Jadi Korban Kapal Tenggelam di Batam

Abdul Rokhim • Jumat, 18 November 2022 | 00:01 WIB
TUNJUKKAN: Anak sulung korban, Anis Sekar Arum saat menunjukkan foto ibu dan adiknya, Kamis (17/11). (PUJIYANTO FOR RADAR KUDUS)
TUNJUKKAN: Anak sulung korban, Anis Sekar Arum saat menunjukkan foto ibu dan adiknya, Kamis (17/11). (PUJIYANTO FOR RADAR KUDUS)
GROBOGAN - Ibu dan anak dari Dusun Tumpuk, Desa Tambakselo, Wirosari yang hendak ke Malaysia menjadi korban tenggelamnya kapal boat pancung di perairan Nongsa, Batam pada Selasa (15/11). Diketahui keduanya ialah Sulipah (38) dan anaknya Abdul Ahesan (4) yang merupakan dua dari delapan korban yang sejauh ini diketahui.

Baca Juga : Petani di Pulokulon Grobogan Temukan Mayat di Sungai Lusi, Begini Kronologinya

Saat Jawa Pos Radar Kudus menyambangi kediaman keluarga korban. Di rumah orang tua korban, tengah berkumpul sanak family. Mereka menunggu kedatangan jenazah keduanya. Diketahui, Sulipah sebelumnya telah menikah dengan warga kebangsaan Bangladesh. Tak hanya itu, ia juga telah 16 tahun bekerja menjadi TKI.

Anak sulung korban, Anis Sekar Arum menyebut, ibunya sempat pulang pada bulan puasa tahun ini. Saat pulang itu, sebenarnya ibunya sempat membuka usaha warung makan di depan pasar Kliwon, Wirosari. Tetapi usaha itu tak berjalan dengan lancar. Sehingga Sulipah kembali memilih pergi ke Malaysia lagi.

"Ibu berangkat dari kampung pada Jumat (11/11). Dari sini menuju Batam dengan naik pesawat dari Jakarta. Jadi, ibu berangkat ke sana dengan adik. Mereka berdua rencanananya berangkat ke Malaysia melalui Batam dengan naik kapal," katanya.

Sementara, ayahnya sudah berangkat terlebih dahulu. Tepatnya sebulan sebelum keberangkatan ibunya. Dan langsung menuju ke Malaysia.

"Saat tiba di Batam, ibu masih sempat memberi kabar. Sebelum berangkat ibu juga sempat mengabarkan jika untuk sampai Malaysia sekitar 3 jam," katanya.

Sulipah dari Batam berangkat pada Selasa (15/11) pukul 02.00 dengan naik kapal. Sesuai estimasi, harusnya pagi hari sudah sampai. Tetapi hingga siang Anik tak mendapat kabar. Ibunya tak menghubungi lagi.

"Sampai siang tidak ada kabar. Saat menghubungi nomornya juga tidak bisa," ujarnya.

Karena khawatir, akhirnya ia berusaha mencari informasi tentang ibu dan adiknya. Dengan mencari informasi di google dan beberapa media sosial.

Akhirnya ia mendapatkan informasi adanya kapal tenggelam. Ia berkeyakinan korban meninggal kapal karam di perairan Nongsa, Kota Batam itu adalah ibu dan adiknya.

"Saya meyakini bahwa kapal yang tenggelam tersebut merupakan kapal yang dinaiki ibu dan adik. Ciri-cirinya sama dengan yang diceritakan ibu sebelum berangkat," ujarnya. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim
#Wiroasi #warga wirosari #Kapal tenggelam batam #kapal tenggelam #Wirosari Grobogan #hendak ke malaysia #Korban kapal tenggelam batam