Baca Juga : Duh! Pertalite Tercampur Air, 12 Kendaraan di SPBU Godong Grobogan Mogok usai Isi BBM
Jembatan kayu itu sebenarnya hasil swadaya masyarakat. Dibangun untuk memangkas jarak tempuh. Jembatan sepanjang 20 meter itu telah berusia 15 tahun. Jembatan itu berfungsi untuk mempermudah akses warga dan anak-anak yang hendak sekolah.
Sekdes Desa Deras Hasan Asari menjelaskan sebelum ada jembatan itu, warga harus memutar sekitar 1 kilometer dan memakan waktu 30 menit. Adanya jembatan tersebut, warga bisa memotong waktu tempuh menjadi 10 menit.
Namun akibat adanya banjir beberapa waktu lalu itu, jembatan tersebut kondisinya memprihatinkan. Banyak bagian papan kayu jembatan yang lepas.
"Banyak papan kayu yang digunakan untuk tumpuan kendaraan dan akses warga lepas dan hanyut terbawa air banjir, sehingga warga kesulitan untuk lewat jembatan,” ujarnya.
Camat Kedungjati Kuspriyati mengaku menerima laporan terkait rusaknya jembatan penghubung dua desa tersebut.
“Kami sudah menerima laporan dan juga melakukan pengecekan ke lokasi jembatan. Kami akan segera berkomunikasi dengan dinas terkait untuk memperbaiki jembatan,” ungkapnya. (tos/mal) Editor : Abdul Rokhim