Baca Juga : Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Desa di Kedungjati Grobogan Rusak Parah
Kapolsek Godong AKP Daryanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan, kejadian tersebut telah terjadi lima hari yang lalu.
Menurutnya, ada dua jenis kendaraan yang mogok. Yakni motor dan mobil. Untuk motor, isi tangki BBM-nya langsung dikeluarkan seluruhnya dengan selang. Dan langsung diisi dengan BBM jenis pertamax.
"Sementara untuk mobil langsung dipanggilkan bengkel dan diisi BBM jenis pertamax pula," jelasnya.
Meski mengalami kejadian tersebut tidak ada laporan kerugian dari konsumen. Sebab memang langsung diganti.
"Baik motor dan mobil, isinya langsung ditumpahkan dan diganti dengan pertamax, SPBU langsung tanggungjawab, tidak ada gejolak," katanya.
Brasto Galih Nugroho, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan setelah dilakukan pengecekan ke tangki timbun SPBU memang ditemukan terdapat kontaminasi air.
"Setelah adanya keluhan tersebut, dilakukan pengecekan ke tangki timbun SPBU dan ditemukan terdapat kontaminasi air," jelasnya.
Setelah diketahui, selanjutnya dilakukan pengurasan BBM di tangki timbun di SPBU tersebut. Serta dilakukan flushing jalur menuju dispenser agar memastikan tidak ada kontaminasi air sebelum dijual ke konsumen lagi.
"Adapun SPBU menindaklanjuti keluhan kendaraan yang BBM-nya terkontaminasi air dengan membantu pengurasan BBM di kendaraan bermotor serta mengganti BBM-nya ke jenis Pertamax," katanya.
Brasto menambahkan, apabila konsumen memiliki keluhan dan masukan terkait produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (tos/war) Editor : Abdul Rokhim