Jajanan itu dijual pedagang mainan dan makanan anak-anak Purnomo warga Desa Putatnganten, Karangrayung, Grobogan. Setelah pemeriksaan, dirinya diamankan di sekolah tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama.
Kapolsek Purwodadi AKP Saptono Widyo H menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 09.00 kemarin. Bahwa ada sembilan anak di SD 9 Purwodadi keracunan. Atas laporan itu pihaknya langsung mendatangi TKP.
Dari TKP kemudian berlanjut polisi pindah pemeriksaan ke Puskesmas Purwodadi 1. Tempat korban mendapatkan perawatan.
"Dari sembilan anak itu, di puskesmas masih ada dua yang muntah-muntah. Sisanya sudah berangsur baik," jelasnya.
Setelah mendapatkan perawatan di puskesmas, kondisi seluruh korban membaik. Lantas dilakukan observasi satu jam.
Tujuh siswa dipulangkan sekitar pukul 10.00. Sementara dua siswa sejam kemudian atau pukul 11.00 baru bisa pulang.
Pihak Puskesmas tetap meminta seluruh korban segera melapor jika ada keluhan.
Usai dari puskesmas, pihak kepolisian langsung bergegas mencari pelaku penjual permen.
Polsek kemudian mendapati penjual permen tersebut di SD 4 Purwodadi. Purnomo kemudian diamankan polisi. Beserta sisa permen yang dijual.
"Permen tersebut beserta muntahan siswa kami kirim ke Dinas Kesehatan agar diuji lab," terangnya.
Dari pengecekan terhadap permen tersebut tidak ditemukan adanya ijin BPOM dan tanggal kedaluwarsa. Sehingga membahayakan konsumen lainnya.
Sementara dari pengakuan pelaku, Purnomo menyebut pihaknya baru seminggu berjualan permen tersebut. Sebab ia menjual mainan. Permen tersebut hanya salah satu dari dagangannya.
Selain menjual di SD 9 Purwodadi, ia sebenarnya juga menjual di SD 1 Purwodadi. Bahkan di SD 1 Purwodadi laku delapan permen. Dan di SD 9 laku dua permen.
"Tapi di SDN 9 Purwodadi anak di sekolah itu beli kemudian dibagi-bagikan ke teman-temannya," katanya.
Ia mengaku sebenarnya permen tersebut didapatkan dari agen mainan tempat ia mengambil barang dagangan. (tos) Editor : Ali Mustofa