Sebagaimana surat edaran tersebut, penutupan akan berlangsung pada 14-16 Juli dan 21-23 Juli. Sehubungan dengan penutupan itu, pihak dinas mengimbau kepada pelaku angkutan dan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) untuk menyesuiakan jam operasional. Juga mengatur pelayanan supaya tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Kepala Balai Trans Jateng Joko Setiawan melalui Kasi Operasional Trans Jateng Lambang Kurniawan menyebut, meski ada penutupan tersebut, jam operasional Bus Trans Jateng rute Godong-Semarang tak akan terpengaruh. Sebab, pekerjaan pembangunan dan penutupan sebagaimana surat edaran Dinas Perhubungan Provinsi Jateng berlangsung pada pukul 00.00-06.00. ”Karena pekerjaan pembangunan jam segitu ya tak akan mempengaruhi operasi kami,” jelasnya.
Ia mencontohkan pembangunan tersebut layaknya pembangunan yang terjadi di Simpang Joglo Solo. Saat pembangun itu, operasional bus Trans Jateng tetap jalan. ”Jam operasional di rute Godong-Semarang juga tak akan berubah,” tambahnya.
Sementara itu, menurutnya, layanan bus Trans Jateng rute Semarang-Godong makin diminati masyarakat. Bila dirata-rata, jumlah penumpang harian dari periode Oktober hingga Mei mencapai 1.944 penumpang. Mereka terbagi menjadi empat klaster. Masyarakat umum, pelajar, buruh, dan veteran.
Lambang menambahkan, bila mengacu data yang terekap, mayoritas penumpang dari masyarakat umum. Jumlahnya secara keseluruhan dari Oktber 2021 hingga Mei 2022 atau sekitar 225 hari mencapai 344.099 penumpang.
Melihat tren penumpang secara umum, terjadi peningkatan dari bulan ke bulan. Misalnya bila mengacu pada Oktober 2021 saat awal beroperasi, total penumpang secara keseluruhan hanya 21.207 atau bila dirata-rata per hari mencapai 1.631 penumpang.
”Sedangkan pada rekapan terakhir Mei 2022, total penumpang dari empat kelompok itu mencapai 69.157 penumpang. Bila dihitung rata-rata per hari mencapai 2.231 penumpang,” terangnya.
Menurutnya, karakteristik perjalanan rute Penggaron-Godong peningkatan paling tajam ketika akhir pekan. Peningkatannya bisa dua kali lipat. Selain itu, ada beberapa titik yang sepi dan ada titik yang berpotensi ramai penumpang, sehingga pergeseran pemberhentian bus hingga halte mulai disiapkan. (tos/lin) Editor : Ali Mustofa