Baca Juga : Terpeleset, Seorang Bocah di Grobogan Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekira pukul 07.06, ketika korban Sutardianto, 59, hendak pulang dari sawah menuju rumahnya.
Awalnya, korban hendak menyebrang di perlintasan rel kereta api tanpa palang. Namun, tiba-tiba muncul KA Joglosemarketro dari arah selatan ke utara. Warga sekitar pun sudah berusaha memberikan peringatan kepada korban agar berhenti. Namun, korban tidak mengindahkan. Hingga kecelakaan pun tak terelakkan.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro membenarkan kabar tersebut. Dia menambahkan peristiwa itu terjadi setelah masinis membunyikan semboyan akan melintasnya kereta. ”Masinis KA Joglosemarketro sudah berusaha membunyikan semboyan sebanyak 35 kali. Namun, korban tidak mendengar. Karena jarak yang terlalu dekat. Akhirnya pengendara motor tersambar kereta,” jelasnya.
Setelah kejadian tersebut, masinis KA memberitahukan insiden itu kepada petugas keamanan stasiun Gundih yang kemudian diteruskan ke Polsek Geyer. ”Setelah mendapatkan informasi dari para saksi, korban memang menderita pendengaran yang kurang. Kemudian, dari pihak kesehatan, korban meninggal di tempat dengan luka berat di kepala dan patch kaki kanan,” imbuhnya.
Akibat kecelakaan tersebut, lalu lintas di dekat TKP nampak tersendat. Mengingat, banyaknya warga yang ingin melihat peristiwa tersebut. (int/khim) Editor : Abdul Rokhim