Baca Juga : Crazy Rich Grobogan Bangun Jalan Rp 2 M, Begini Respon Bupati
Kepala Desa Jetis Suharnanik yang tak lain adalah kakak sang Joko Suratno mengatakan, meski belum rampung sepenuhnya, Jumat (15/4) lalu warga sudah menggelar tasyakuran sekaligus buka bersama di jalan itu. Aneka makanan dikepung di atas alas terpal biru. Bahkan, acara diramaikan dengan rebana ibu-ibu.
Dia pun menuturkan, pembangunan jalan kabupaten di desanya murni bantuan dan amal jariyah dari adiknya, Joko Suratno. Ini inisiatif keluarga, agar bisa membantu warga menikmati jalan baik.
”Ini merupakan amal jariyah adik saya yang bersedekah untuk kedua orang tua yang sudah meninggal. Yaitu almarhum Haji Hasan Di Hardjo dan Hajah Siti Aminah,” kata ibu tiga putera yang salah satunya Bahrudin, anggota DPRD Grobogan dari Fraksi PDI P Grobogan ini.
Rupanya, aksi dermawan Joko itu, tak hanya sekali ini dilakukan. Sebelumnya, pengusaha sukses ini, setiap Lebaran selalu memberikan sarung dan mukena ke warga di Desa Jetis. Setiap Idul Adha juga selalu memberikan hewan kurban tiga ekor sapi.
Bahkan, baru-baru ini ia membagikan ribuan Alquran ke hafiz dan hafizah hingga orang yang membutuhkan. Selain itu, ia juga kerap memberi santunan ke guru ngaji dan yatim piatu di Kota Swike. Aksi dermawannya itu, juga kerap dilakukan hingga ke luar Jawa.
Prinsip hidupnya itu berlanjut hingga kini. Setiap tahun hampir Rp 1 miliar dibagikan sebagai bentuk zakat dan sodakoh sebagai amal jariyah.
Terpisah, Joko Suranto saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus mengaku, tidak menyangka aksinya ini bakal viral. Sebab, baginya itu bukan kali pertama melakukan. ”Setiap tahun selalu ikut memperbaiki jalan. Seperti kirim batu dan pasir, agar jalan di Sendangrejo hingga Jetis bisa dilewati. Itu sudah berjalan bertahun-tahun. Namun, setelah Bu Sri (bupati Grobogan) mengecor jalan itu, kini saya tinggal membantu di sepanjang Telawah-Welahan,” jelasnya.
Sebelum memutuskan membangun jalan sepanjang 1,8 kilometer, beberapa kali dia bertanya ke pemkab. Namun memang anggaran untuk jalan tersebut belum ada. ”Ya alhamdulillah. Akhirnya pemkab memberi kesempatan kami melakukan amal jariyah membangun jalan. Jika nantinya jalan diminta dihibahkan ke pemkab, akan kami serahkan. Kami ikuti prosedur,” imbuhnya. (mun/int/lin)
Editor : Abdul Rokhim