Perpanjangan itu dilakukan mengingat pembangunan jalan yang belum selesai. Ditambah adanya susulan longsor di tebing jalan. Sehingga, waktu pembangunan kembali diperpanjang. Akibatnya, kendaraan mobil dan truk dari Kabupaten harus memutar lewat Boyolali atau Semarang jika ingin ke Salatiga. Begitu juga sebaliknya.
Sub Koordinator Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah wilayah Purwodadi Wimas Radit Sambodo mengatakan, perpanjangan penutupan jalan di ruas Gubug-Kedungjati dilakukan karena mengalami kendala pekerjaan di lapangan. Yakni, intensitas hujan yang masih tinggi. Sehingga, menghambat pengerjaan.
”Adanya kendala di lapangan ini. Maka, penutupan jalan kami perpanjangan Sembilan hari lagi. Mulai tanggal 6 sampai 14 April 2022,” kata Wimas Radit Sambodo.
Tak cukup sampai sana. Dia menambahkan kondisi tanah lereng di sisi barat milik PT KAI yang jenuh air juga menjadi masalah tambahan. Yakni tanggul jalan yang mengalami longsoran ke arah pekerjaan yang sedang dilakukan.
”Hambatan lainnya karena kerusakan dua alat berat selama dua hari. Hal itu, menghambat proses penimbunan,” ujarnya.
Radit juga mengimbau kepada warga untuk sementara waktu menghindari Jalan Kedungjati-Salatiga. Dengan menggunakan jalan alternatif lainnya. (mun/khim) Editor : Abdul Rokhim