Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Gunawan Cahyo Utomo mengatakan, layanan kesehatan untuk ODHA terus di-upgrade. Sebelumnya baru sembilan faskes yang memiliki PDP, di antaranya di RSUD R Soedjati Purwodadi dan delapan puskesmas wilayah Ngaringan, Gabus, Tegowanu, Gubug, Klambu, Godong, Geyer dan Toroh.
Kini, sudah bertambah menjadi 17 puskesmas. Meski begitu masih jauh dari target, lantaran masih ada 13 Puskesmas di Kabupaten Grobogan yang belum bisa melayani hingga ke pengobatan ODHA.
“Saat ini baru 17 puskesmas, ditambah satu rumah sakit. Sejumlah faskes tersebut menjadi rujukan bagi ODHA. Di sana ada pelayanan mulai dari pemeriksaan HIV, konseling VCT, dan memberikan pengobatan dengan ARV terapi. Pengobatan ODHA dilakukan seumur hidup, karena obat hanya dapat menekan perkembangan virus, tidak dapat menyembuhkan. Adanya PDP itu diharapkan mampu menekan angka berhenti berobat,” tegasnya.
Hingga Januari 2022, Kabupaten Grobogan memiliki 23 ODHA baru. Angka kematian saat ini 25 persen, dari total kasus kumulasi Pihaknya juga menargetkan pada 2030 bisa zero infeksi baru. Lantaran di tahun tersebut menjadi tahun eliminasi. (int/mal) Editor : Abdul Rokhim