Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sebentar Lagi, Dua RSUD Baru di Grobogan Bisa Layani Pasien BPJS

Saiful Anwar • Jumat, 17 Desember 2021 | 17:58 WIB
BERMITRA: RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug tanda tangan MoU dengan BPJS Kesehatan di ruang rapat wakil bupati Grobogan kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
BERMITRA: RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug tanda tangan MoU dengan BPJS Kesehatan di ruang rapat wakil bupati Grobogan kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
GROBOGAN - Akhirnya dua rumah sakit baru milik Pemkab Grobogan, kini resmi menandatangi kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kedua rumah sakit tersebut yakni RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug.

Sebelumnya, dua rumah sakit tipe D ini menjadi rumah sakit darurat Covid-19 sejak April 2020 sampai September 2021 ini.

Setahun beroperasi, kedua RS tersebut hanya bisa melayani pasien umum. Namun, keduanya berusaha melengkapi persyaratan dan akhirnya dinyatakan lulus proses kredensial yang dilakukan tim BPJS Kesehatan Cabang Purwodadi bersama Dinkes Grobogan.

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto mengungkapkan, dua RSUD di wilayah timur dan barat ini menjadi realisasi visi dan misi bupati 2016-2021.

Menurutnya, dengan adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan, diharapkan masyarakat akan semakin mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Khususnya untuk masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dan penerima iuran. Mereka yang penuh keterbatasan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Agustian Fardianto mengatakan, sebelumnya sudah ada enam faskes tingkat lanjut yang bekerja sama dengan BPJS yakni RSUD dr Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, Panti Rahayu, PKU Muhammadiyah, Habibullah dan RSI Purwodadi. Kini ditambah RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug.

“Keduanya lulus proses skoring untuk pembobotan. Faskes yang kerja sama minimal mendapatkan bobot 75. Keduanya mampu mencapai angka tersebut. Minimal jumlah dokter spesialis yang dimiliki empat, RSUD Ki Ageng Selo punya lima, sedangkan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo ada empat spesialis. Namun, jika memiliki spesialis lebih akan berbobot lebih tinggi,” imbuhnya.

Direktur RSUD Ki Ageng Selo Wirosari Agung Probo Muljono mengatakan, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang dimulai per 1 Januari 2022 nanti. Diharapkan bisa mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat.

“Selama ini sekitar Wirosari tidak ada rujukan lanjutan BPJS ke rumah sakit terdekat. Diharapkan ke depan dapat menerima rujukan tingkat lanjut dengan optimal. Selain itu, untuk menunjang pelayanan BPJS Kesehatan, tahun depan harus punya spesialis radiologi. Karena pengampu di sini dan termasuk instalansi besar,” harapnya.

Direktur RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Kusaeni juga akan mengembangkan bangunan fisik untuk menunjang pelayanan BPJS Kesehatan. Tahun depan akan ada perbaikan UGD sekitar Rp 4 miliar. Bangunan yang ada belum berdiri optimal, masih perlu perluasan. Kemudian akan usulkan penambahan spesialis mitologi klinik, anastesi dan radiologi. (int/mal) Editor : Saiful Anwar
#rsud grobogan #pasien bpjs #rsud ki ageng selo #rsud getas pendowo