Akibat kejadian itu, pemilik rumah bersama istri dan anaknya mengalami luka. Tertimpa kayu rumah. Meski demikian, semua penghuni selamat. Namun, bangunan rumah ukuran 8 x 6 meter itu rata dengan tanah.
”Kami sekeluarga tertimpa rumah semua. Saat itu, ada angin kencang dan hujan lebat setelah magrib. Kami berlindung di depan pintu. Lalu rumah langsung roboh,” kata Suparmin.
Saat itu, penghuni rumah hendak keluar. Tetapi angin dan hujan lebat. Beberapa saat kemudian rumah roboh dan terjebak di dalam rumah. Suparmin mengalami luka di kepala , istrinya Sutimah luka di bahu dan anaknya Parnyomo luka di tangan.
“Rumah saya ambruk rata tanah dan sepeda motor juga tertimpa atap rumah. Saya bisa keluar setelah ditolong warga,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, dirinya tidak lagi memiliki rumah. Belasan warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mengevakuasi rumah dan barang yang bisa diselamatkan kemarin. Keluarga korban juga mendapatkan bantuan sembako dari BPBD Grobogan.
”Untuk sementara saya numpang di rumah tetangga. Sambil memikirkan membuat rumah baru lagi dari kayu,” terang dia.
Bencana angin puting beliung juga terjadi di Desa Mayahan, Kecamatan Penawangan, Jumat (22/10). Ada puluhan rumah rusak dan genteng pecah terjatuh karena tertiup angin. Beberapa pohon dan papan penunjuk arah di kota Purwodadi juga roboh. Editor : Ali Mustofa